Tautan-tautan Akses

Kekerasan Kembali Terjadi di Yerusalem


Polisi Israel berdiri di dekat jenazah warga Palestina, yang menurut polisi setempat menikam dua petugas kepolisian, sebelum ditembak mati polisi lainnya di Pintu Gerbang Damaskus di kota tua Yerusalem (10/10). Hari Senin (12/10) seorang pria dilaporkan berusaha menikan seorang polisi Israel di dekat Lions Gate, Yerusalem.

Polisi Israel berdiri di dekat jenazah warga Palestina, yang menurut polisi setempat menikam dua petugas kepolisian, sebelum ditembak mati polisi lainnya di Pintu Gerbang Damaskus di kota tua Yerusalem (10/10). Hari Senin (12/10) seorang pria dilaporkan berusaha menikan seorang polisi Israel di dekat Lions Gate, Yerusalem.

Insiden itu merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan yang berlangsung di Yerusalem yang terkait tempat suci yang disebut Muslim Masjid al-Aqsa atau disebut Yahudi Bukit Bait Suci.

Kawasan Kota tua di Yerusalem timur yang sedang tegang kembali menyaksikan kekerasan, Senin. Seorang pria berusaha menikam seorang polisi Israel sebelum ditembak mati.

Seorang juru bicara Departemen Pertahanan Israel mengatakan, serangan itu terjadi dekat Lions Gate dan polisi itu selamat karena mengenakan rompi pelindung.

Insiden itu merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan yang berlangsung di Yerusalem yang terkait tempat suci yang disebut Muslim Masjid al-Aqsa atau disebut Yahudi Bukit Bait Suci.

Rakyat Palestina, yang frustrasi karena berlanjutnya permukiman Yahudi di lahan yang ingin mereka jadikan bagian dari negara di masa depan, menuduh Israel berusaha membatasi akses mereka ke tempat tersebut. Israel membantah tuduhan itu dan menuduh militan Palestina menghasut untuk melakukan kerusuhan.

Serangan hari Senin itu menyusul serangkaian kekerasan yang berlangsung di tempat lain, termasuk penembakan yang dilakukan Israel terhadap seorang remaja pria Palestina berusia 13 tahun sewaktu berlangsung bentrokan di luar sebuah pos pemeriksaan di Tepi Barat. Pasukan Israel mengatakan, para demonstran menyerang mereka dengan batu dan bom api. Sejumlah warga Palestina juga terluka selama berlangsungnya demonstrasi yang diwarnai kekerasan di Gaza itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan melakukan apa saja gunamenghentikan apa yang disebutnya gelombang teror, tetapi ia enggan mendengarkan orang-orang garis keras agar bertindak tegas. Ia khawatir kehilangan dukungan dari Barat, sekutu utamanya.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengimbau rakyatnya agar menghindari kekerasan. Tetapi tampaknya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah anak-anak muda melempar batu. [ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG