Tautan-tautan Akses

Kekerasan di Suriah Tewaskan 56 Orang


Ketua Liga Arab, Nabil Elaraby mengusulkan penempatan penjaga perdamaian internasional ke Suriah untuk “menerapkan gencatan senjata”.

Ketua Liga Arab, Nabil Elaraby mengusulkan penempatan penjaga perdamaian internasional ke Suriah untuk “menerapkan gencatan senjata”.

Ketua Liga Arab, Nabil el-Araby telah mendesak agar pasukan penjaga perdamaian internasional dikerahkan ke Suriah untuk menerapkan gencatan senjata.

Para aktivis di Suriah mengatakan kekerasan di seluruh pelosok negara itu hari Senin menewaskan sedikitnya 56 orang, selagi Liga Arab mendesak agar pasukan penjaga perdamaian internasional dikerahkan ke Suriah.

Kepala Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdelrahman, hari Senin mengatakan kepada VOA lewat telpon bahwa bentrokan dan gempuran terhebat terjadi di kota Homs dan sejumlah daerah di propinsi Damaskus. Ia mengatakan dua anak termasuk korban tewas di Douma, sebuah daerah yang digempur pasukan Suriah beberapa hari ini.

Angka korban tewas tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

Sementara itu, ketua Liga Arab Nabil El-Araby mengatakan dalam lawatan ke Siprus bahwa satu tim penjaga perdamaian internasional harus dikirim ke Suriah untuk “menerapkan gencatan senjata” tanpa terlibat dalam pertempuran.

Ia mengatakan pertemuan antara para pemimpin Rusia dan Amerika di sela-sela KTT G20 di Meksiko akan menjadi acara “paling penting” dalam mencari “dukungan luar” bagi upaya mengakhiri konflik di Suriah, “dalam cara yang akan memberi rakyat Suriah hak memperoleh tuntutan mereka yang sah.”

Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pernyataan bersama setelah pertemuan bahwa mereka “bersatu” dalam keyakinan bahwa rakyat Suriah harus berkesempatan “memilih masa depan mereka secara demokratis”. Kedua pemimpin tidak menyebut sama sekali perbedaan pandangan yang telah memecah kedua negara tentang cara menyelesaikan konflik di Suriah.

Rusia adalah sekutu lama Suriah dan telah melindungi Presiden Bashar al-Assad dari berbagai sanksi PBB yang diupayakan negara-negara Barat dan Arab, yang menentang kekuasaannya yang sudah 11 tahun.

Meningkatnya kekerasan disana memaksa sekitar 300 pemantau PBB yang tidak bersenjata hari Sabtu menangguhkan misi mereka. Tetapi ketua misi pemantau, Mayor Jendral Robert Mood, mengatakan staf-nya tidak akan meninggalkan negara itu.
XS
SM
MD
LG