Tautan-tautan Akses

Kekerasan di Suriah Capai Tingkat Terburuk


Mayjen Robert Mood (kiri), ketua misi pemantau PBB di Suriah, dan juru bicaranya Sawsan Ghoshe. (Photo: Reuters)

Mayjen Robert Mood (kiri), ketua misi pemantau PBB di Suriah, dan juru bicaranya Sawsan Ghoshe. (Photo: Reuters)

Kekerasan di Suriah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga gencatan senjata harus segera dilaksanakan.

Ketua misi pemantau PBB di Suriah mengatakan kekerasan di negara itu telah mencapai tingkat yang “belum pernah terjadi”, sehingga gencatan senjata harus dilaksanakan agar tim-tim pemantau tanpa senjata dapat mulai kembali misi mereka yang ditangguhkan bulan lalu.

Mayjen Robert Mood menyatakan hal tersebut Kamis (5/7) saat tentara Suriah menggempur pemberontak anti pemerintah di seluruh pelosok negara itu dan menteri luar negeri Irak mengatakan Baghdad memiliki “informasi intelijen yang kuat” bahwa militan al-Qaida melintasi perbatasan dari Irak ke Suriah untuk melakukan serangan.

Berbicara kepada para wartawan di Damaskus, Mood mengatakan peningkatan kekerasan itu telah menghambat “kemampuan pemantau untuk memantau, mengukuhkan, melaporkan, serta membantu dalam dialog lokal.” Menurutnya, mengkonsolidasi kedelapan pangkalan misi itu ke dalam pusat regional akan meningkatkan efektivitasnya, meskipun dia tidak menerangkan bagaimana caranya hal itu bisa berhasil.

Mood mengatakan komunitas internasional memiliki “tanggung jawab moral dan politik” terhadap rakyat Suriah.

“Kami tidak bisa dan tidak akan menutup mata dan telinga atas nasib Anda, dan kami akan meneruskan upaya kami mencari jalan baru bagi dialog politik dan resolusi damai bagi krisis ini.”

Mood menghentikan operasi misi pemantau itu pada 16 Juni setelah operasi itu menjadi sasaran tembakan dan serangan bom.

Kekerasan di Suriah terus berlangsung Kamis sementara para aktivis mengatakan pasukan pemerintah didukung helikopter bergerak maju ke Khan Sheikhoun, Suriah utara, yang memberontak, setelah menembaki kota itu dengan mortir dan membakar pemukiman di dekatnya. Penduduk di kota Homs, Suriah tengah juga melaporkan serangan gencar pasukan pemerintah.

Pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris Kamis melaporkan sedikitnya 27 orang tewas di seluruh pelosok negara itu, sehari setelah 99 orang tewas dalam kekerasan yang melanda negara itu selama hampir 16 bulan. Aktivis mengatakan pembunuhan telah meningkat pekan ini sementara jumlah kematian setiap hari terus meningkat. VOA tidak bisa secara independen mengkonfirmasi laporan-laporan tentang korban atau kekerasan sebab Suriah sangat membatasi akses bagi wartawan internasional.

Di Baghdad, Menteri Luar Negeri Irak Hosyar Zebari mengatakan “pelaksana operasi” al-Qaida menyusup ke Suriah “untuk membantu, bekerjasama dan melakukan serangan teroris.” Presiden Suriah Bashar al-Assad dari golongan minoritas Alawit berpendapat bahwa penghasut teroris dari luar negeri – termasuk yang terkait dengan jaringan Islamis Sunni Al-Qaeda – bertanggung jawab atas sebagian besar kekerasan di Suriah.
XS
SM
MD
LG