Tautan-tautan Akses

Kekerasan di Irak Tewaskan 60 Orang


Warga melihat lokasi serangan bom mobil di Baghdad (18/9). (Reuters/Thaier Al-Sudani)

Warga melihat lokasi serangan bom mobil di Baghdad (18/9). (Reuters/Thaier Al-Sudani)

Kekerasan antara Muslim Sunni dan Syiah meningkat tajam dalam bulan-bulan terakhir, sehingga meningkatkan kekhawatiran atas perang sektarian terbuka.

Pejabat Irak mengatakan seorang pembom bunuh diri dengan mobil memicu bahan peledak di sebuah upacara pemakaman di daerah Syiah Baghdad, bagian dari serangkaian serangan maut Sabtu (21/9) yang menyebabkan sedikitnya 60 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka.

Polisi mengatakan ledakan di Sadr City terjadi dekat sebuah kemah yang dipenuhi orang yang melayat. Sebelumnya Sabtu, serangkaian serangan di seluruh negara telah menyebabkan 10 anggota pasukan keamanan tewas, memperlihatkan kecenderungan eskalasi kekerasan di sana.

Insiden paling mematikan pada Sabtu terjadi di Baiji, sebelah utara Baghdad. Pejabat keamanan mengatakan pembom bunuh diri memicu bahan peledak di sebuah markas besar polisi dan menewaskan paling sedikit enam petugas polisi.

Belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan-serangan ini. Tetapi kekerasan antara Muslim Sunni dan Syiah meningkat tajam dalam bulan-bulan terakhir, sehingga meningkatkan kekhawatiran atas sebuah perang sektarian terbuka.

Selain itu, konflik perang saudara di Suriah tampaknya memicu ketegangan di Irak. Golongan Sunni di Irak mendukung usaha rekan-rekan mereka di Suriah untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pada Jumat, sebuah ledakan di dalam mesjid Sunni menewaskan 15 orang di Samara, sebelah utara Baghdad.
XS
SM
MD
LG