Tautan-tautan Akses

Kekerasan di Burundi Tingkatkan Keprihatinan Internasional


Presiden Burundi Pierre Nkurunziza diambil sumpahnya untuk masa jabatan ketiga di parlemen di Bujumbura, Burundi, Kamis, 20 Agustus 2015. (Foto: dok. AP Photo/Gildas Ngingo)

Presiden Burundi Pierre Nkurunziza diambil sumpahnya untuk masa jabatan ketiga di parlemen di Bujumbura, Burundi, Kamis, 20 Agustus 2015. (Foto: dok. AP Photo/Gildas Ngingo)

Orang-orang bersenjata menyebu sebuah bar di ibukota Burundi, Bujumbura, Sabtu malam (7/11), menewaskan paling sedikit 7 orang.

Para saksi mengatakan penyerang memerintahkan orang yang duduk di luar masuk ke dalam bangunan itu, lalu orang bersenjata itu melepaskan tembakan. Para saksi mengatakan kepada kantor berita Perancis orang-orang bersenjata itu mengenakan seragam polisi.

Keprihatinan internasonal meningkat karena peningkatan kekerasan yang melanda negara Afrika tengah itu setelah Presiden Pierre Nkurunziza memangku masa jabatan ketiga yang kontroversial itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby, dalam pernyataan hari Sabtu, mengatakan Amerika sangat prihatin karena ucapan berapi-api “beberapa pejabat pemerintah dan penindakan keamanan yang direncanakan Nkurunziza akhir pekan ini meningkatkan risiko pecahnya kekerasan massal di Burundi.”

Pemerintah memerintahkan rakyat menyerahkan senjata mereka sebelum hari Sabtu lalu, kalau tidak, akan menghadapi kosekuensinya. [gp]

XS
SM
MD
LG