Tautan-tautan Akses

Kekerasan Baru di Burundi Tewaskan 3 Orang


Para demonstran, sebagian membawa parang dan batu, berteriak ketika polisi membuka barikade di Kanyosha, sebuah distrik di Bujumbura, Burundi, 6 Mei 2015.

Para demonstran, sebagian membawa parang dan batu, berteriak ketika polisi membuka barikade di Kanyosha, sebuah distrik di Bujumbura, Burundi, 6 Mei 2015.

Kekerasan politik di Burundi telah menewaskan 3 orang akibat berlanjutnya demonstrasi menentang keputusan Presiden Pierre Nkurunziza untuk mencalonkan diri bagi masa jabatan ketiga.

Tindak kekerasan mengguncang lagi jalan-jalan ibukota Burundi Kamis (7/5), sementara pejabat tinggi Uni Afrika mengatakan situasi di negara itu terlalu rawan bagi penyelenggaraan pemilihan yang dijadwalkan bulan depan.

Burundi menyaksikan protes kekerasan hampir tiap hari sejak Presiden Pierre Nkurunziza mengumumkan bulan lalu bahwa ia akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga – sesuatu yang oleh lawan-lawannya dikatakan adalah tidak konstitusional.

Saksi dan Palang Merah Burundi mengatakan tiga orang tewas dalam bentrokan di sekitar Bujumbura hari Kamis. Dalam salah satu insiden, pendukung presiden melemparkan granat pada lawan-lawannya, menewaskan dua orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Dalam serangan lain, pengunjuk rasa membakar sampai mati seorang pria yang diduga adalah anggota dari organisasi pemuda partai yang berkuasa.

Berbicara di Addis Ababa, Ketua Komisi Uni Afrika mengatakan Uni Afrika tidak akan mengirim pengamat ke Burundi untuk pemilu yang direncanakan tanggal 26 Juni. Nkosazana Dlamini Zuma mengatakan kepada televisi China bahwa "lingkungannya tidak kondusif bagi pemilu."

Paling sedikit 13 orang tewas sejak demonstrasi dimulai tanggal 26 April, saat Presiden Nkurunziza mengumumkan pencalonan dirinya kembali dalam pemilihan presiden.

Presiden Nkurunziza berjanji Rabu jika terpilih kembali itu akan merupakan masa jabatannya yang terakhir. Dia juga menyerukan diakhirinya protes, katanya, penting agar pemilu diselenggarakan dalam suasana damai.

XS
SM
MD
LG