Tautan-tautan Akses

10 Cedera dalam Kekerasan anti-Muslim Terbaru di Burma


Warga muslim Burma yang mengungsi tinggal di tenda-tenda darurat di negara bagian Rakhine (foto: dok). Kerusuhan anti muslim kembali terjadi hari Selasa, 30/4.

Warga muslim Burma yang mengungsi tinggal di tenda-tenda darurat di negara bagian Rakhine (foto: dok). Kerusuhan anti muslim kembali terjadi hari Selasa, 30/4.

Keluarga-keluarga Muslim dalam keadaan ketakutan menyelamatkan diri dari kekerasan di Okkan, Burma tengah, 110 kilometer sebelah utara Rangoon hari Selasa (30/4).

Massa penganut Budha dengan melemparkan batu bata menyerbu dua masjid dan membakar ratusan rumah di Burma tengah hari Selasa, melukai setidaknya 10 orang dalam kekerasan anti-Muslim terbaru di negara Asia Tenggara itu.

Keluarga-keluarga Muslim dalam keadaan ketakutan menyelamatkan diri dari kekerasan di Okkan itu, sekitar 110 kilometer sebelah utara Rangoon. Mereka terlihat bersembunyi di hutan di sepanjang ruas-ruas jalan dan kemudian jongkok di sawah-sawah.

Kerusuhan ini adalah yang pertama dilaporkan sejak akhir Maret, ketika kekerasan serupa oleh penganut Budha melanda kota Meikthila dan menewaskan paling tidak 43 orang. Hal ini menekankan kegagalan pemerintahan Presiden Thein Sein yang reformis untuk mengekang peningkatan kekerasan terhadap kaum Muslim yang minoritas.

Warga mengatakan sekitar 400 penganut Buddha dengan batu bata dan pentungan mengamuk di desa Okkan pada Selasa sore. Mereka menyerang toko-toko Muslim dan merusak dua masjid.

Sekitar 4 persen dari sekitar 60 juta rakyat Burma adalah Muslim. Semasa puluhan tahun kekuasaan otoriter, pemerintahan militer dua kali mengusir ratusan ribu etnis Rohingya, sementara berbagai bentrokan kecil lainnya terjadi di tempat-tempat lain.

Sekitar sepertiga penduduk Burma terdiri dari kelompok-kelompok suku minoritas, dan kebanyakan telah melancarkan perang melawan pemerintah Burma karena menuntut otonomi.
XS
SM
MD
LG