Tautan-tautan Akses

Kekejaman di Suriah Terus Berlanjut, DK PBB Diimbau Bicara


Foto Presiden Suraih Bashar al-Assad bertuliskan 'Setan yang Bisu dan Tuli' dan 'Turunlah, Setan' di Homs (foto:dok).

Foto Presiden Suraih Bashar al-Assad bertuliskan 'Setan yang Bisu dan Tuli' dan 'Turunlah, Setan' di Homs (foto:dok).

Perancis dan Amerika mengimbau DK PBB untuk berbicara masalah kekejaman yang terus berlanjut di Suriah di tengah berlangsungnya sidang PBB di New York saat ini.

Pasukan keamanan Suriah menewaskan enam warga sipil dalam serangan terpisah sementara Presiden Amerika Barack Obama dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu untuk membahas perlunya "meningkatkan tekanan" terhadap Presiden Bashar al-Assad supaya menghentikan penumpasan.

Korban yang tewas hari Selasa terjadi ketika tentara pemerintah bersenjata menggeledah rumah-rumah dekat ibukota, Damaskus, dan di provinsi Homs, dua lokasi pusat pemberontakan menentang Assad. Organisasi HAM dan media pemerintah Suriah juga melaporkan, kawanan bersenjata menembak mati dua polisi.

Gedung Putih mengatakan Obama dan Erdogan dalam pertemuan mereka sepakat untuk berkonsultasi mengenai langkah-langkah baru yang mungkin akan "mencakup sanksi-sanksi, tekanan politik dan langkah-langkah lain" terhadap Suriah. Kedua pemimpin mengadakan pembicaraan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Perancis dan Amerika juga mendesak Dewan Keamanan PBB agar mengatasi penumpasan yang menelan korban jiwa yang dilakukan Assad terhadap pembangkang. Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe hari Senin mengatakan diamnya Dewan Keamanan adalah "tidak wajar," mengingat kejahatan terhadap kemanusiaan sedang terjadi di Suriah.

Pejabat-pejabat Amerika mengatakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bahwa Dewan Keamanan harus berbicara, menyebut kekerasan di Suriah tidak bisa dimaafkan.

XS
SM
MD
LG