Tautan-tautan Akses

Kekayaan Keluarga Mubarak Ditaksir Miliaran Dolar


Presiden Mesir Hosni Mubarak dan isterinya, Suzanne Mubarak (kanan) saat melakukan kunjungan ke Maroko (foto: dok. tahun 2006)

Presiden Mesir Hosni Mubarak dan isterinya, Suzanne Mubarak (kanan) saat melakukan kunjungan ke Maroko (foto: dok. tahun 2006)

Pakar menaksir kekayaan Mubarak dan keluarganya mencapai 70 miliar dolar yang disimpan di bank Swiss atau diinvestasikan di AS dan Inggris.

Pakar Timur Tengah mengatakan kekayakan keluarga Presiden Hosni Mobarak bisa mencapai 70 miliar dolar. Pakar menaksir nilai bersih Mubarak dan keluarganya antara 40 dan 70 miliar dolar.

Mereka mengatakan Presiden Mubarak diduga menyimpan kekayaannya di bank Swiss atau ditanamkan dalam bentuk real estat di New York, Los Angeles dan London.

Beberapa pakar mengatakan keluarga Mubarak juga memiliki beberapa rumah mewah di Mesir. Isteri Mubarak, Suzanne dan kedua puteranya, Gamal dan Alaa, juga dilaporkan memiliki kekayaan bernilai miliaran dolar.

Pakar Amerika dan Inggris mengatakan kekayaan keluarga ini dikumpulkan mulai dari saat Mubarak menjadi perwira Angkatan Udara dan memiliki posisi yang memungkinkan dirinya mengambil keuntungan dari korupsi kontrak-kontrak militer. Analis mengatakan keluarga ini berhasil mengumpulkan kekayaan lewat kemitraan bisnis dengan investor serta bisnis asing.

Putera Hosni Mubarak yang tadinya dipersiapkan menggantikannya, Gamal Mubarak dan isterinya, Khadiga (foto: dok.).

Putera Hosni Mubarak yang tadinya dipersiapkan menggantikannya, Gamal Mubarak dan isterinya, Khadiga (foto: dok.).

Amaney Jamal, seorang profesor ilmu politik di Princeton University, mengatakan kepada ABC News, taksiran kekayaan Mubarak sama dengan pemimpin Timur Tengah lainnya. Katanya, “banyak korupsi terjadi dalam rejim ini dan menyedot sumber daya publik untuk keuntungan pribadi.”

Sementara itu, kabinet baru Mesir telah memutuskan untuk menaikkan gaji pegawai negeri sebesar 15 persen. Tindakan pemerintah yang terakhir ini ditujukan untuk meredam kemarahan pengunjuk rasa yang menyerukan pengunduran diri Presiden Hosni Mobarak.

Kabinet sepakat dengan langkah ini Senin (7/2) dalam pertemuannya yang pertama sejak unjuk rasa dimulai dua minggu yang lalu.

Ribuan aktivis oposisi Mesir menduduki alun-alun Tahrir untuk hari ke 14. Beberapa pemrotes mendirikan kemah di alun-alun itu, bertekad untuk tetap bertahan disana sampai Mubarak undur diri dari pos yang dijabatnya selama hampir 30 tahun.

Hari Minggu, Wakil Presiden Omar Suleiman melakukan pembicaraan dengan kelompok oposisi Mesir yang mendukung protes yang sebagian besar dipimpin para mahasiswa ini.

Kelompok itu mengatakan bahwa pemerintah telah gagal memenuhi tuntutan utama mereka, yakni pengunduran diri segera dari Mubarak. Mereka mengatakan konsesi yang ditawarkan pada mereka dalam pertemuan Minggu tidak cukup, tetapi merupakan langkah pertama bagi sebuah dialog.

Dalam perkembangan lainnya, pemerintah Mesir telah membebaskan seorang eksekutif Google yang hilang selama lebih dari seminggu.

Wael Ghoneim, kepala pemasaran Google untuk Timur Tengah dan Afrika Utara yang diberitakan "hilang" di Kairo selama 10 hari.

Wael Ghoneim, kepala pemasaran Google untuk Timur Tengah dan Afrika Utara yang diberitakan "hilang" di Kairo selama 10 hari.

Sumber keamanan mengatakan, Wael Ghoneim, kepala pemasaran Google untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, dibebaskan Senin. Wall Street Journal mengatakan Ghoneim memainkan sebuah peran penting dalam aktivisme online dalam bulan-bulan menjelang protes bersejarah yang menyerukan pengunduran diri Presiden Mesir Hosni Mobarak.

Ghoneim tidak kelihatan sejak 27 Januari, tetapi teman-teman dan keluarganya khawatir penguasa telah menangkap dirinya selama protes di alun-alun Tahrir, pusat dari demonstrasi anti pemerintah.

Keluarganya tidak berhasil mengkonfirmasi keberadaannya atau penahanan dirinya sampai Minggu, ketika pengusaha telekomunikasi Mesir Naguib Sawiris mengatakan ia akan dibebaskan hari berikutnya.

Kelompok HAM Amnesty International prihatin bahwa Ghoneim menghadapi risiko serius penyiksaan oleh pasukan keamanan Mesir.

XS
SM
MD
LG