Tautan-tautan Akses

Kehidupan Banyak Warga Kulit Hitam AS Masih Memprihatinkan

  • Chris Simkins

Ketua National Urban League, Marc Morial berpidato di Washington, DC mengenai kondisi warga kulit hitam AS (1/4).

Ketua National Urban League, Marc Morial berpidato di Washington, DC mengenai kondisi warga kulit hitam AS (1/4).

Warga Amerika keturunan Afrika masih tertinggal jauh dibandingkan warga kulit putih dalam hal pekerjaan, layanan kesehatan dan pendidikan tinggi.

National Urban League, organisasi masyarakat madani Amerika terkemuka, melaporkan warga Amerika keturunan Afrika masih tertinggal jauh dibandingkan warga kulit putih dalam hal pekerjaan, layanan kesehatan yang memadai, dan pendidikan tinggi.

Selagi perekonomian Amerika bersusah payah untuk keluar dari resesi panjang, sebagian analis mengatakan pemulihan ekonomi itu tidak dirasakan oleh masyarakat Amerika keturunan Afrika. Itulah sebabnya salah satu organisasi masyarakat madani menyatakan “perang” terhadap pengangguran di antara warga kulit hitam dengan rencana untuk mendorong penciptaan lapangan kerja.

Dalam pertemuan di balai kota di Washington, DC National Urban League menerbitkan laporan tahunannya mengenai kondisi warga kulit hitam Amerika.

Valerie Rawlston yang menulis laporan itu mengatakan, “Ketidakmerataan antara warga kulit hitam Amerika dan warga kulit putih terjadi dalam bidang-bidang utama. Kesenjangan terbesar terjadi dalam bidang-bidang ekonomi, seperti pengangguran.”

Menurut data Departemen Tenaga Kerja Amerika terkini, sementara tingkat pengangguran di kalangan warga kulit putih turun menjadi 7,9 persen, tingkat pengangguran di kalangan warga kulit hitam dalam bulan Maret naik menjadi 15, 5 persen. Tingkat pengangguran di kalangan kelompok muda kulit hitam adalah 50 persen, lebih dari dua kali tingkat pengangguran nasional rata-rata.

Warga keturunan Afrika belajar di sebuah sekolah di Baltimore, Maryland. Masih banyak warga kulit hitam AS yang tertinggal dalam bidang pendidikan.

Warga keturunan Afrika belajar di sebuah sekolah di Baltimore, Maryland. Masih banyak warga kulit hitam AS yang tertinggal dalam bidang pendidikan.


Marc Morial, ketua organisasi itu, menghimbau Presiden Barak Obama dan Kongres agar mendanai program-program penciptaan lapangan kerja di lebih dari 400 komunitas kulit hitam. Ia mengatakan, “Kita membutuhkan strategi yang terfokus pada komunitas-komunitas itu, di mana tingkat pengangguran dan kemiskinan tinggi. Semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin besar “dosis obat” yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah di luar pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi.”

Urban League mengatakan faktor utama lainnya dalam kesejangan ekonomi antara warga kulit hitam dan kulit putih di Amerika adalah kurangnya pendidikan tinggi di kalangan warga kulit hitam. Laporan Urban League menyebutkan tingkat pendaftaran ke universitas di kalangan siswa SMA kulit hitam terus turun.

Chatman Young yang berkulit hitam berhasil bekerja di bank setelah lulus dari jurusan akunting pada Universitas Howard di Washington. Ia mengatakan, “Karena kurangnya lapangan pekerjaan, kita harus bersaing untuk mencari pekerjaan. Jika kita tidak bisa memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapat gaji minimum, kita benar-benar sulit untuk berhasil.”

Laporan National Urban League juga megajukan beberapa saran kepada Kongres, termasuk penyediaan dana bagi program kerja musim panas untuk remaja dan penciptaan 100 sekolah pelatihan kerja di perkotaan untuk mempersiapkan kelompok muda Amerika keturunan Afrika berkarir di bidang-bidang seperti teknologi dan layanan kesehatan.

XS
SM
MD
LG