Tautan-tautan Akses

Kedutaan AS di Kabul Hampir Kehabisan Jatah Visa


Kedutaan Besar Amerika di Kabul , Afghanistan (foto: ilustrasi).

Karena semakin kecilnya jumlah visa yang tersedia, Kedutaan Besar Amerika di Kabul telah mulai menolak permohonan penerjemah militer Afghanistan dan warga Afghanistan lainnya yang ingin berimigrasi ke Amerika melalui program visa khusus yang telah berjalan satu dasawarsa.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan hari Jumat (10/3) bahwa Kedutaan Amerika tidak lagi menjadwalkan wawancara visa bagi imigran Afghanistan pada tanggal 1 Maret karena visa yang ada hanya cukup untuk orang-orang yang proses permohonan visanya telah mencapai tahap akhir.

Sampai tanggal 5 Maret, hanya 1.437 visa imigran khusus yang tersedia untuk Afghanistan, sementara ada lebih dari 15.000 warga Afghanistan dalam berbagai tahap proses pendaftaran, kata pejabat itu. Ia menambahkan bahwa Kedutaan AS akan kehabisan jatah visa menjelang tanggal 1 Juni.

"Departemen Luar Negeri AS secara teratur membuat penyesuaian untuk pemberian visa guna memastikan bahwa kami tidak melebihi jumlah visa yang dialokasikan oleh Kongres," kata pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.

"Kami tidak akan melanjutkan penjadwalan kecuali ada jatah visa baru dialokasikan oleh Kongres," imbuhnya.

Sementara AS tetap bertekad mendukung warga Afghanistan yang telah membantu misi AS yang besar risikonya, para pendukung hak imigran Afghanistan untuk pengungsi ke Amerika Afghanistan mengecam keputusan itu.

Program Khusus Visa Imigran ini diciptakan oleh Kongres AS pada tahun 2008 untuk penerjemah militer Afghanistan, namun kemudian diperluas untuk mencakup warga Afghanistan yang bisa menunjukkan "setidaknya satu tahun pelayanan yang setia dan berharga" untuk atau atas nama pemerintah AS.

Dengan puluhan ribu pasukan AS yang bertugas di Afghanistan, program itu telah mendapat dukungan bipartisan, dan Kongres setiap tahun memperpanjang dan memberikan 7.000 visa pada tahun 2015 dan 2016. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG