Tautan-tautan Akses

Kedubes AS Beri Penghargaan untuk 5 Perempuan Indonesia


Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kristen F. Bauer (ketiga dari kiri) untuk Indonesia bersama lima perempuan Indonesia yang mendapat penghargaan dari Kedubes AS. (VOA/Andylala Waluyo)

Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kristen F. Bauer (ketiga dari kiri) untuk Indonesia bersama lima perempuan Indonesia yang mendapat penghargaan dari Kedubes AS. (VOA/Andylala Waluyo)

Kedubes AS di Indonesia memberikan penghargaan kepada lima perempuan Indonesia yang aktif membawa perubahan.

Memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret, pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta, memberikan penghargaan “Indonesia Women of Change Awards” kepada lima perempuan yang aktif membawa perubahan di Indonesia.

Staf Humas Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Carmelita Cassandra di Pusat Kebudayaan @america menjelaskan penghargaan ini diberikan kepada para wanita berprestasi lewat komunitasnya sebagai bentuk dukungan bagi mereka.

“Kami memberikan dukungan kepada para perempuan yang berhasil mengusahakan pemberdayaan masyarakat khususnya buat kaum perempuan, di bidangnya masing-masing. Diharapkan apa yang telah mereka lakukan dapat menginspirasi kaum perempuan di Indonesia,” ujar Cassandra pada Rabu malam (6/3).

Lima orang perempuan yang mendapat penghargaan tersebut adalah Dinny Yusuf, pendiri Toraja Melo untuk kategori perdagangan dan investasi; Tri Mumpuni pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan untuk kategori lingkungan; Veronica Colondam, pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa untuk kategori pendidikan; Baihajar Tualeka, Direktur Gerakan Konsolidasi Perempuan Maluku Muslik untuk kategori demokrasi dan pemberdayaan masyarakat; dan Mayor TNI Angkatan Udara Ratih Pusparini, untuk kategori pertahanan keamanan.

Ratih, yang bertugas di Lebanon dan tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan penghargaan itu dapat memotivasi junior-juniornya di Angkatan Udara.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk orangtua saya, dan institusi AU khususnya wanita TNI AU. Kemudian juga teman-teman peace keaper. Ini adalah suatu pencapaian yang luar biasa untuk saya pribadi. Dengan penghargaan ini pula saya ingin memotivasi adik-adik saya bahwa mereka harus lebih maju dari saya khususnya adik-adik saya yang perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, Baihajar Tualeka mengatakan dampak konflik komunal masa lalu di Maluku hingga kini masih dirasakan, mulai dari layanan hak sipil warga dan diskriminasi hak dasar perempuan, sampai pemiskinan ekonomi masyakat.

“Yang kita takutkan adalah provokasi kondisi dan keberulangan konflik yang berdampak buruk pada kondisi sosial masyarakat. Tantangan berikutnya adalah korupsi yang tinggi dan layanan hak dasar perempuan yang tidak terpenuhi,” ujarnya.

“Saat ini saya bersama teman-teman perempuan di Maluku mendorong supaya bisa mendekatkan akses bagi masyarakat miskin yang termarginalkan itu. Karena Maluku daerah pulau-pulau, banyak masyarakat yang tidak bisa menjangkau lembaga peradilan misalnya.”

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel memberikan langsung penghargaan kepada lima perempuan tersebut.
XS
SM
MD
LG