Tautan-tautan Akses

Kedua Capres AS Tawarkan Rencana Imigrasi yang Bertentangan

  • Mike O’Sullivan

Capres AS dari partai Republik, Donald Trump (kiri) dan Capres AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton (kanan).

Capres AS dari partai Republik, Donald Trump (kiri) dan Capres AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton (kanan).

Kandidat presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Hillary Clinton, memiliki kebijakan imigrasi yang berbeda secara dramatis.

Dari Los Angeles, wartawan VOA Mike O'Sullivan menyorot posisi Donald Trump dan Hillary Clinto dalam menerima imigran dengan cara yang adil dan melindungi keamanan negara.

Amerika Serikat adalah negara imigran, yang memainkan peran penting dalam perekonomian dan memperkaya keragaman budaya bangsa.

"Anda tetangga kami, kolega kami, teman kami, keluarga kami," kata Hillary Clinton, kandidat Partai Demokrat.

Tapi perkembangan seperti krisis pengungsi di Eropa, ancaman terorisme dan keberadaan sekitar 11 juta orang yang kini tinggal secara ilegal di AS telah menjadi isu utama kampanye.

"Donald J. Trump menyerukan penutupan total dan sepenuhnya bagi Muslim untuk masuk ke Amerika Serikat," komentar Donald Trump, kandidat Partai Republik.

Trump kemudian mengubah sikapnya tentang imigrasi Muslim, tapi masih menyerukan pembangunan tembok di perbatasan selatan AS untuk menghentikan imigrasi ilegal dari Meksiko.

"Mereka membawa narkoba, mereka membawa kejahatan, mereka pemerkosa. Dan sebagian, saya kira, adalah orang-orang baik," lanjut Trump.

Kebijakan imigrasi Trump juga meminta Meksiko untuk membayar biaya pembangunan tembok di perbatasan dan mengakhiri kebijakan yang dikenal sebagai catch-and-release atau “tangkap dan lepas. Siapa pun yang secara ilegal melintasi perbatasan akan ditahan sampai mereka dideportasi dari negara ini, menurut situs internet Trump.

Trump juga akan mendeportasi imigran gelap yang melakukan kejahatan, memperluas Patroli Perbatasan dan penegakan sistem E-Verify di tempat kerja, yakni sistem pengecekan status keimigrasian warga untuk memastikan apakah orang yang bersangkutan berhak bekerja.

Fokus Trump pada imigrasi ilegal telah menjadi masalah untuk warga Hispanik, yang menurut berbagai jajak pendapat mendukung Hillary Clinton.

Dia menjanjikan bantuan bagi imigran gelap melalui reformasi imigrasi yang komprehensif, termasuk jalur untuk mendapatkan kewarganegaraan penuh dan setara, dalam 100 hari pertama dia menjabat. Selain itu, dia akan memperbaiki kelambanan pengurusan visa keluarga, melindungi perbatasan dan keamanan nasional, dan membawa jutaan pekerja keras ke dalam sektor formal.

Katanya dia akan membela program Presiden Barack Obama yang memberikan perlindungan sementara dari deportasi bagi sebagian anak muda dan orang tua dari warga negara Amerika Serikat.

Seorang imigran dari China mengemukakan bahwa kata seorang pejabat California, seorang Demokrat, Clinton memiliki sejarah melindungi imigran.

"(Clinton) Mendukung semua komunitas, memastikan bahwa kita semua disambut, agar kita tidak dijadikan kambing hitam," kata Fiona Ma, pendukung Clinton.

Pendukung Trump mengatakan dia akan melindungi negara. "Karena kita perlu berubah. Kita perlu perubahan nyata saat ini," ujarnya.

Jalan ke Gedung Putih membutuhkan dukungan para pemilih dalam berbagai isu terpisah. Imigrasi dan keamanan merupakan masalah utama tahun ini. [lt]

XS
SM
MD
LG