Tautan-tautan Akses

Kecewa dengan Pemda, Ahli Waris Niat Jual Surat Nikah dan Cerai Soekarno-Inggit

  • Wulan Martasasmita

Surat nikah Soekarno dengan Inggit Garnasih.

Surat nikah Soekarno dengan Inggit Garnasih.

Pihak ahli waris nekat akan menjual benda bersejarah tersebut, karena kecewa terhadap pemda yang menurutnya, tidak menghargai aset bersejarah. Selain surat nikah dan cerai, pihak ahli waris juga akan menjual barang-barang bersejarah lainnya, yang kesemuanya berada di Bandung. Seorang warga Belanda pernah menawar surat nikah dan cerai tersebut seharga dua miliar.

Surat nikah dan cerai Bung Karno dengan Inggit Garnasih, hingga kini masih tersimpan rapi di rumah cucu angkat Inggit. Tidak hanya itu, beberapa benda bersejarah lainnya pun masih tersimpan dengan baik dan dalam kondisi yang baik pula. Ada meja belajar Bung Karno saat masih kuliah di Technisce Hogeschool (ITB), satu set kursi tamu, lemari makan dan batu pipisan.

Cucu angkat sekaligus ahli waris Inggit Garnasih, Tito Zaenal, mengungkapkan pihaknya akan menjual surat nikah dan surat cerai Bung Karno dengan Inggit Garnasih serta barang-barang lainnya, karena merasa kecewa terhadap pemerintah provinsi Jawa Barat yang tidak menghargai aset bersejarah tersebut.

Menurut Tito, pada tahun 2002 pemerintah telah bersedia membeli semua benda-benda bersejarah tersebut dengan kompensasi sebesar lima miliar rupiah pada pihak ahli waris. Tapi, pemerintah kemudian tiba-tiba menolaknya dengan alasan tidak ada dana untuk mengambil alih benda-benda bersejarah tersebut.

“Saya kecewa. Yang tadinya barang-barang tersebut sudah dianggarkan dalam APBD provinsi (Jawa Barat) tahun 2002, tapi dalam nyatanya dibatalkan sepihak oleh Pemda Jabar, tanpa menjelaskan apa sebabnya. Hanya dengan alasan tidak ada dana,” ungkap Tito.

Belum ada komentar dari Pemda Jabar mengenai niatan Tito.

Satu set mebel yang dulu pernah dipakai Bung Karno ketika tinggal di Bandung.

Satu set mebel yang dulu pernah dipakai Bung Karno ketika tinggal di Bandung.

Tito menambahkan, pada tahun 1983 seorang warga negara Belanda menawar surat nikah dan surat cerai Bung Karno dengan Inggit Garnasih seharga dua miliar rupiah. Tapi, saat itu pihak ahli waris tidak memberikan, karena benda tersebut merupakan benda bersejarah, yang menurut mereka seharusnya berada di tangan pemerintah.

“Memang ada utusan dari negeri Belanda yang menginginkan benda peninggalan Bung Karno yang berupa surat kawin dan surat cerai. Itu dinilai oleh mereka dua miliar. Tapi, saya tidak bersedia untuk menyerahkannya, karena pada saat itu, saya masih menginginkan dan mengharapkan benda-benda itu ada di Indonesia,” jelas Tito.

Pada tahun 2002 juga pemerintah telah mengambil alih rumah bekas tempat tinggal Bung Karno dan Inggit Garnasih di jalan Ciateul-Bandung untuk dijadikan museum. Tetapi, hingga kini museum itu pun belum terealisasi. Rumah tersebut sekarang dijaga petugas utusan dari pemerintah provinsi Jawa Barat.

Meski belum dijadikan museum, telah banyak orang yang berkunjung ke tempat tersebut untuk melihat langsung rumah bersejarah itu, menurut Jajang, sang penjaga rumah. “Dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum pun banyak yang datang ke sini. Ada yang masuk di arsip, ada yang tidak,” kata Jajang.

Bung Karno dan Inggit Garnasih menikah pada tahun 1923 dan menetap di Bandung. Dalam masa pernikahannya dengan Inggit Garnasih, Bung Karno sempat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, dan terus berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Bung Karno kemudian bercerai dengan Inggit Garnasih pada tahun 1942. Yang menjadi saksi dalam perceraian tersebut adalah Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kiayi Haji Mas Mansur, yang ketiganya merupakan pahlawan nasional Indonesia.

XS
SM
MD
LG