Tautan-tautan Akses

Kecelakaan Kereta Api di Pakistan, 21 Tewas


Regu penyelamat menggunakan alat-alat berat untuk membersihkan lokasi kecelakaan kereta di luar kota Karachi, Pakistan, 3 November 2016. (REUTERS/Akhtar Soomro).

Regu penyelamat menggunakan alat-alat berat untuk membersihkan lokasi kecelakaan kereta di luar kota Karachi, Pakistan, 3 November 2016. (REUTERS/Akhtar Soomro).

Tayangan berita televisi memperlihatkan regu penyelamat berupaya membelah gerbong yang hancur untuk menjangkau para penumpang yang terperangkap di dalamnya.

Dua kereta api bertabrakan Kamis pagi (3/11) di Karachi, kota pelabuhan di Pakistan, menewaskan sedikitnya 21 orang. Seorang pejabat di Rumah Sakit Jinnah, Karachi, mengatakan 50 orang lainnya yang cedera dalam kecelakaan itu telah dibawa ke rumah sakit.

Seorang pegawai pabrik mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sebuah kereta menabrak kereta lainnya yang sedang berhenti di stasiun.

Ajab Gul mengatakan, sebuah kereta mendadak datang dengan cepat dan menabrak kereta yang berhenti. “Ada kepulan debu dan asap. Setelah itu kami mendengar jeritan. Orang-orang di dalam kereta yang bertabrakan itu menjerit-jerit dan menangis,” ujar Gul.

Tayangan berita televisi memperlihatkan regu penyelamat berupaya membelah gerbong yang hancur untuk menjangkau para penumpang yang terperangkap di dalamnya.

Para penumpang yang cedera di rumah sakit menggambarkan kengerian yang terjadi ketika Zakaria Express yang membawa mereka dari kota Multan menabrak kereta lainnya yang padat penumpang dan sedang berhenti di stasiun.

Menurut pihak berwenang, penyelidikan awal mengenai kecelakaan itu menunjukkan petugas kereta keliru memberi tanda lampu hijau.

Berbicara di Islamabad, Menteri Federal urusan Kereta Api Khawaja Saad Rafique mengatakan para masinis semula diberi sinyal lampu kuning disusul dengan lampu merah.

Ia menjelaskan dua sinyal itu merupakan prosedur standar untuk memperingatkan masinis agar menghentikan kereta selama semenit dan kemudian melaju lagi dengan sangat lambat. Tetapi para masinis mengabaikan kedua sinyal itu, dan inilah yang tampaknya menyebabkan kecelakaan, kata Rafique.

Menurut media setempat, semua layanan kereta dari dan menuju Karachi telah dihentikan.

Pada September lalu sedikitnya empat orang tewas dan hampir 100 lainnya luka-luka sewaktu sebuah kereta barang bertabrakan dengan kereta penumpang di dekat Multan. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG