Tautan-tautan Akses

Kebutuhan Medis Pengungsi Birma di Perbatasan Thailand Meningkat


Para pengungsi Birma antri untuk mendapat perawatan kesehatan gratis di kamp pengungsi.

Para pengungsi Birma antri untuk mendapat perawatan kesehatan gratis di kamp pengungsi.

Pekerja perawatan kesehatan di Thailand yang membantu para pengungsi Birma mengatakan jumlah pengungsi yang membutuhkan bantuan meningkat.

Direktur klinik yang memberi perawatan kesehatan gratis kepada pengungsi Birma di Thailand Utara mengatakan semakin banyak orang membanjiri masuk lewat perbatasan.

Dokter Cynthia Maung adalah direktur Klinik Mae Tao di Mae Sot, Thailand, yang berbatasan dengan Birma.

Dalam pertemuan dengan wartawan di Bangkok hari Selasa, ia mengatakan jumlah orang yang melarikan diri dari Birma dan mencari perawatan kesehatan gratis di kliniknya semakin meningkat.

“Terutama penderita penyakit menular dan perempuan hamil, dan juga terdapat lebih banyak lagi penderita malnutrisi yang muncul lewat perbatasan. Jadi, setiap hari jumlah kasus tersebut meningkat,” kata Maung.

Maung dan berbagai organisasi bantuan kesehatan merilis sebuah survey yang menunjukkan bahwa di Birma Timur terdapat lebih dari 40 persen anak-anak penderita malnutrisi dan satu dari tujuh orang meninggal sebelum umur lima tahun, lebih dari setengahnya karena mengidap penyakit yang dapat dicegah.

Berbagai serangan militer Birma terhadap kelompok-kelompok etnis di sepanjang perbatasan belakangan ini telah mendorong puluhan ribu warga mengungsi ke Thailand.

Para pengungsi dan aktivis HAM Birma mengatakan pihak militer telah meningkatkan serangan kepada milisi etnis menjelang pemilu bulan depan untuk memaksa mereka menyerah.

Tapi kelompok-kelompok HAM mengatakan pihak milisi etnis juga membunuh, memperkosa dan mengusir warga sipil, sehingga banyak warga mengungsi ke Thailand.

Dr.Voravit Suwanvanichkij adalah seorang periset yang berkantor di Chiang Mai dari Pusat Kesehatan Publik dan HAM Universitas John Hopkins.

Ia mengatakan kalau tidak ada perubahan dalam menanggapi pelanggaran-pelanggaran dan salah urus yang memicu berbagai krisis kesehatan ini, “Wilayah ini, khususnya Thailand, akan tetap menanggung beban berat yang ditimbulkan oleh masalah kesehatan Birma,” kata Voravit.

Perawatan kesehatan, katanya, sangat minim di Birma sehingga banyak warga Birma pergi ke Thailand untuk mendapat perawatan tersebut.

Berbagai organisasi internasional yang memberi perawatan kesehatan gratis menghadapi peraturan ketat di Birma atau sama sekali tidak dijinkan masuk ke dalam negara itu.

XS
SM
MD
LG