Tautan-tautan Akses

AS

Kebun Binatang Cincinnati Bela Keputusan Bunuh Gorila


Gorilla Harambe penghuni kebun binatang di Cincinnati, Ohio terpaksa ditembak tewas Sabtu (28/5).

Gorilla Harambe penghuni kebun binatang di Cincinnati, Ohio terpaksa ditembak tewas Sabtu (28/5).

Seekor gorila jantan terpaksa ditembak tewas, setelah seorang anak laki-laki berusia empat tahun terjatuh ke dalam kandangnya hari Sabtu (28/5).

Kebun Binatang Cincinnati membela keputusannya yang kontroversial untuk menembak mati seekor gorila jantan yang terancam punah, setelah seorang anak laki-laki berusia empat tahun terjatuh ke dalam kandangnya hari Sabtu (28/5) dan katanya membahayakan nyawa anak itu.

Insiden itu terekam dalam sebuah video dan menimbulkan kemarahan para pencinta hewan di seluruh dunia.

Video itu menunjukkan seekor gorilla bernama Harambe menarik anak laki-laki itu melalui kolam dangkal yang dipenuhi air. Beberapa kali Harambe tampak menyentuh dengan penuh perhatian anak laki-laki itu dan membantunya berdiri dengan kedua kakinya seakan-akan mencoba melindunginya.

Tetapi tiba-tiba, Harambe menarik anak itu melewai kolam dangkal tadi ke bagian lain kandang itu, di mana kepala anak itu tampak membentur dinding kandang. Harambe menguasai anak itu sedikitnya selama 10 menit sebelum Tim Tanggap Darurat Hewan Berbahaya kebun binatang itu menembak mati gorilla tersebut.

Banyak pencinta hewan mengatakan primata berusia 17 tahun itu tidak perlu dibunuh. Tetapi Direktur Kebun Binatang Cincinnati Thane Maynard hari Senin (30/5) mengatakan pejabat-pejabat di sana yakin mereka tidak punya pilihan. Maynard mengatakan karena kandangnya dikelilingi orang-orang yang berteriak, gorilla itu tampak gelisah, bingung dan bertindak tidak menentu.

Maynard menambahkan tindakan Harambe “tidak bisa diduga” dan menembak hewan seberat 181 kilogram itu dengan obat penenang akan membutuhkan waktu lama. Maynard menggambarkan gorilla yang berasal dari dataran rendah seperti Harambe sebagai hewan kuat yang berbahaya dengan lengan sebesar kaki laki-laki dewasa dan kekuatan tangan yang mampu menghancurkan kelapa.

Maynard mengatakan, dalam sejarah kebun binatang itu selama 143 tahun baru kali ini terjadi insiden seperti ini. Ia mengatakan penghalang di sekitar kandang Harambe sudah cukup layak. Tapi masih belum jelas bagaimana anak kecil itu bisa melewati penghalang-penghalang tersebut.

Beruntung anak laki-laki yang terjatuh ke dalam kandang gorilla itu tidak cedera. Ia diijinkan pulang setelah dirawat selama beberapa jam di rumah sakit. Keluarganya menyampaikan rasa terima kasih kepada kebun binatang atas reaksi cepat terhadap krisis itu dan mengatakan mereka memahami kesedihan kebun binatang itu karena harus membunuh hewan kesayangan yang terancam punah tersebut.

Sementara itu, media sosial dipenuhi kemarahan atas pembunuhan Harambe. Lebih dari 200 ribu orang telah menandatangani petisi online di situs Change.org.

Petisi lain yang disebut "Justice for Harambe’’ ditandatangani oleh 165.000 orang yang ingin agar orang tua anak laki-laki itu dituntut dengan pasal kelalaian. Sebuah halaman Facebook yang juga diberi judul ‘’Justice for Harambe’’ hingga hari Senin (30/5) telah menarik 64.000 "likes’’.

Harambe adalah gorilla yang berasal dari dataran rendah Afrika bagian barat. Gorila semacam itu ditemukan di kawasan hutan tropis di Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo dan Guinea Equatorial. Menurut organisasi World Wildlife Fund, populasi gorilla ini telah turun lebih dari 60% selama 20-25 tahun terakhir ini, karena pemburuan liar dan penyakit. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG