Tautan-tautan Akses

Kebijakan Thailand Soal Pengungsi Jadi Sorotan


Pengungsi yang diduga warga Uighurs yang menyelematkan diri dari pertempuran di wilayah Xinjiang, China, beristirahat di tempat penampungan sementara di Hat Yai, Songkla, 14 Maret 2014 (Foto: dok).

Pengungsi yang diduga warga Uighurs yang menyelematkan diri dari pertempuran di wilayah Xinjiang, China, beristirahat di tempat penampungan sementara di Hat Yai, Songkla, 14 Maret 2014 (Foto: dok).

Julia Mayerhofer, Direktur Asia Pacific Refugee Rights Network, mengatakan kondisi keamanan bagi pengungsi di Thailand telah memburuk selama beberapa tahun terakhir.

Organisasi-organisasi HAM dan masyarakat madani yang menangani masalah pengungsi mengatakan, kebijakan-kebijakan Thailand mengenai pencari suaka dan pengungsi mengeras dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya usaha penangkapan dan deportasi.

Sikap Thailand yang lebih keras dalam menangani para pencari suaka dan pembangkang lain dari China mencemaskan kelompok-kelompok HAM. Menurut mereka, pengaruh Beijing meningkat terhadap kebijakan-kebijakan Thailand menyangkut pencari suaka dan pengungsi.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan, banyak pengungsi berusaha mendapat status pencari suaka melalui jalur resmi. Mereka datang ke Thailand, umumnya dengan visa turis, untuk menghindari penindasan di negara asal mereka atau karena kekhawatiran sebagai anggota kelompok-kelompok minoritas, khususnya di kawasan Asia Selatan.

Julia Mayerhofer, Direktur Asia Pacific Refugee Rights Network, mengatakan kondisi keamanan bagi pengungsi di Thailand telah memburuk selama beberapa tahun terakhir.

Pengungsi dan pencari suaka di Thailand bearda dalam kondisi rentan karena tidak adanya undang-undang-nasional dan kerangka hukum yang bisa melindungi mereka.Negara itu juga bukan penandatangan Konvensi Pengungsi PBB tahun 1951.

Kelompok-kelompok HAM pengungsi Thailand mengatakan, hingga sebanyak 10 ribu pencari suaka dan pengungsi tinggal di kawasan-kawasan perkotaan di Thailand, umumnya dekat ibukota, Bangkok. [ab/as]

XS
SM
MD
LG