Tautan-tautan Akses

Kebanyakan Kasus Epilepsi Terdapat di Negara Berkembang


Lebih dari 85 persen kasus penyakit ayan di dunia terdapat di negara-negara berkembang (foto: Dok).

Lebih dari 85 persen kasus penyakit ayan di dunia terdapat di negara-negara berkembang (foto: Dok).

Separuh penduduk dunia tinggal di negara berpendapatan rendah atau menengah, di mana terdapat lebih dari 85 persen kasus penyakit epilepsi atau ayan.

Separuh penduduk dunia tinggal di negara berpendapatan rendah atau menengah, di mana terdapat lebih dari 85 persen kasus penyakit epilepsi atau ayan.

Orang di negara berkembang juga lebih mungkin meninggal akibat ayan yang tidak diobati daripada di negara maju. Kematian itu sering diakibatkan oleh karena jatuh atau kondisi yang menyebabkan kejang-kejang terus menerus.

Jurnal medis the Lancet di Inggris baru saja menerbitkan edisi khusus mengenai penyakit ayan. Charles Newton, guru besar psikiatri di Universitas Oxford, merupakan penulis utama makalah mengenai ayan di kawasan miskin di dunia. Dr. Newton menjelaskan bahwa ayan disebabkan oleh banyak hal dan bisa diderita siapa saja pada beragam usia.

“Penyakit itu bisa karena keturunan, bisa juga karena sebab-sebab genetik lain. Penyakit itu bisa disebabkan oleh infeksi, trauma kelahiran, cedera kepala, dan bahkan hal-hal seperti stroke dan tumor otak,” paparnya.

Ayan punya dampak berbeda pada setiap penderita.

Penderita ayan sejak lama mengalami diskriminasi; mereka sulit mengenyam pendidikan, mendapat pekerjaan atau bahkan menikah. Di sebagian masyarakat, keluarga-keluarga tidak mau dikaitkan dengan orang yang menderita ayan.

Dr. Newton mengatakan ayan kerap bisa diatasi dengan obat-obatan yang tidak mahal.

Penderita ayan sering tidak tahu bahwa mereka mengidap penyakit itu atau bahwa penyakit itu bisa diatasi dengan obat-obatan.

Dr. Newton mengatakan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memberi penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit ini. Ia mengatakan, lebih dari separuh kasus ayan di banyak bagian Afrika sesungguhnya bisa dihindari dengan penanganan yang lebih baik pada waktu melahirkan, sanitasi yang lebih baik untuk mengurangi infeksi otak dan perlindungan yang lebih baik dari bahaya cedera kepala.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG