Tautan-tautan Akses

Kebakaran Hutan Meluas, Menkopolhukam Batal Berangkat ke Amerika


Luhut Panjaitan, Menkopolhukam Indonesia (Foto: dok. VOA/Ariadne Budianto)

Luhut Panjaitan, Menkopolhukam Indonesia (Foto: dok. VOA/Ariadne Budianto)

Kian meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sebagian Sumatera, Kalimantan dan Papua membuat Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Luhut Binsar Panjaitan membatalkan rencana perjalanan ke Amerika akhir pekan ini. Luhut sedianya menemani Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja selama lima hari ke Washington DC dan San Francisco.

Dalam pernyataan di akun sosial medianya hari Kamis (22/10), Luhut menyatakan telah meminta ijin kepada Presiden Joko Widodo tentang pembatalan ini. Presiden, menurut Luhut, juga sempat akan membatalkan rencana kunjungannya, tetapi Luhut meyakinkannya untuk berangkat, sementara ia memusatkan perhatian menangani masalah asap bersama kementerian lainnya. Untuk itu Presiden Joko Widodo telah memerintahkan penggunaan semua sumber daya yang dimiliki guna mengatasi atau meminimalkan dampak kebakaran hutan. Presiden akan mengeluarkan instruksi presiden (inpres) agar menjadi payung hukum dalam menggunakan semua sumber daya tadi.

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan Kamis pagi melangsungkan rapat dengan beberapa menteri di bawah koordinasinya, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Riset-Teknologi & Pendidikan Tinggi M. Nasir dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Rapat itu merumuskan dua upaya penanganan kebakaran dan kemanusiaan.

Menteri Pendidikan Anies Baswedan diperintahkan untuk menyesuaikan jadwal ujian nasional bagi siswa di daerah-daerah yang terpapar asap dan menggunakan media televisi dan radio untuk menyiapkan program pendidikan melalui televisi, sementara Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa diminta menyiapkan kawasan penyangga, dana PSKS (Program Simpanan Keluarga Sejahtera) serta perlengkapan lain seperti tenda evakuasi dan alat penyaring udara.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek telah diperintahkan untuk mengevakuasi anak-anak dan bayi ke tempat yang aman. Luhut menyatakan telah memperhitungkan kemungkinan menggunakan kapal perang TNI atau kapal PT Pelni untuk melakukan evakuasi tersebut. Menkominfo Rudiantara diminta melakukan sosialisasi semua langkah yang diambil pemerintah melalui jaringan RRI, TVRI serta jaringan radio dan televisi swasta.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi diminta melihat kemungkinan meminta bantuan dari luar negeri lagi, seperti dari Kanada yang memiliki pengalaman menangani masalah kebakaran gambut. Demikian pula TNI dan Polri yang dilibatkan dalam operasi teritorial untuk meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan ini. [em/isa]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG