Tautan-tautan Akses

Kebakaran di Pabrik Garmen Bangladesh, 10 Tewas


Para petugas pemadam kebakaran di dalam sebuah pabrik garmen di Gazipur, Bangladesh (9/10). (Reuters/Andrew Biraj)

Para petugas pemadam kebakaran di dalam sebuah pabrik garmen di Gazipur, Bangladesh (9/10). (Reuters/Andrew Biraj)

Serangkaian insiden yang mematikan telah terjadi di pabrik-pabrik Bangladesh, termasuk ambruknya sebuah bangunan April lalu yang menewaskan lebih dari 1.100 orang.

Sebuah kebakaran pada Rabu (9/10) menewaskan sedikitnya 10 orang di sebuah pabrik garmen di Gazipur, Bangladesh, sekitar 40 kilometer ke sebelah utara dari ibukota Dhaka.

Serangkaian insiden yang mematikan di pabrik-pabrik Bangladesh, termasuk ambruknya sebuah bangunan April lalu yang menewaskan lebih dari 1.100 orang, telah menimbulkan keprihatinan global mengenai lemahnya standar-standar keamanan dalam industri garmen bernilai US$20 miliar di negara Asia Selatan itu.

Kepala pemadam kebakaran Abu Zafar Ahmed, mengatakan sembilan orang pegawai tewas termasuk tiga manajer perusahaan dalam api yang berasal dari bagian rajut di pabrik Aswad Composite Mills, yang berafiliasi dengan Paul Mall Group.

Direktur pabrik Emdad Hossain mengatakan 170 pekerja ada di dalam pabrik ketika api mulai membakar dan sebagian besar dapat melarikan diri.

Sekitar 50 pekerja terluka dalam kebakaran tersebut, yang sebabnya belum ditentukan. Para petugas pemadam kebakaran sedang mematikan api.

Ambruknya bangunan pabrik garmen dekat Dhaka pada April merupakan kecelakaan industri paling mematikan di dunia sejak bencana Bhopal di India pada 1984.

Sebuah pabrik garmen lain terbakar juga pada November lalu, menewaskan 112 pekerja dalam gedung yang menurut pihak berwenang tidak memiliki cukup pintu keluar.

Garmen merupakan sektor penting di Bangladesh dan upah rendah serta akses bebas cukai atas pasar-pasar Barat telah membantu menjadikannya eksportir pakaian terbesar kedua setelah China. Sektor ini mempekerjakan sekitar empat juta pekerja yang sebagian besar adalah perempuan.

Sebuah survei teknis yang diperlihatkan pada kantor berita Associated Press menunjukkan bahwa banyak pabrik garmen Bangladesh menambah lantai-lantai, membuat pondasi gedung tidak dapat menopangnya. Banyak pabrik tersebut juga berlokasi di gedung permukiman yang tidak dirancang untuk menampung alat-alat berat. (AP/Reuters)
XS
SM
MD
LG