Tautan-tautan Akses

Keamanan Gobal Dominasi Pembicaraan Trump-Gentiloni di Washington


Presiden Donald Trump menyimak saat PM Italia Paolo Gentiloni berhenti sejenak saat menjawab pertanyaan selama konferensi pers di East Room Gedung Putih di Washington, 20 April 2017 (foto: AP Photo/Andrew Harnik)

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni membahas kerjasama dalam usaha-usaha untuk menstabilkan wilayah-wilayah yang dikoyak perang dan memberantas ancaman-ancaman besar terhadap keamanan global.

Pada konferensi pers bersama, Kamis (20/04), Presiden Trump mengakui peran Italia dalam menyelamatkan migran-migran yang terdampar di Laut Tengah, namun menegaskan pentingnya mempertahankan keamanan perbatasan-perbatasan Eropa.

"Pendekatan yang bertanggungjawab untuk mengatasi masalah pengungsi adalah pendekatan yang pada akhirnya mengusahakan pemulangan para pengungsi ke negara mereka sehingga mereka dapat membangun kembali negara mereka masing-masing,” ujar Trump.

Trump mengatakan wilayah manapun di dunia menghadapi ancaman teroris, dan menyebut bahwa Iran dan Korea Utara adalah ancaman terhadap keamanan global. Ia kembali melontarkan kecamannya terhadap kesepakatan nuklir internasional dengan Iran, hanya beberapa hari setelah ia memerintahkan dinas-dinas keamanan AS mengevaluasinya.

"Iran tidak mematuhi kesepakatan itu,” tegas Trump.

Mengenai Korea Utara, presiden mengungkapkan keyakinan bahwa China dapat menggunakan tekanan ekonomi untuk menghentikan Pyongyang. Trump mengatakan, ia juga telah menggunakan tekanan terhadap Presiden China Xi Jinping untuk bertindak.

"Saya benar-benar mengatakan kepadanya. Saya bilang, Anda bisa membuat kesepakatan yang lebih baik bila Anda mengenyahkan orang berbahaya itu atau melakukan sesuatu terhadap orang berbahaya di Korea Utara itu,” ujar Trump.

Perdana Menteri Italia mengatakan, negaranya mengharapkan kedatangan presiden AS pada KTT G-7 di Italia bulan depan.

"Saya yakin ini akan menjadi peluang untuk menunjukkan persatuan para pemimpin ekonomi bebas yang penting. Dunia, saat ini, sangat membutuhkan persatuan,” ujar PM Italia, Paolo Gentiloni.

Sebelumnya Kamis (20/04), Gentiloni mengatakan kepada sejumlah hadirin di Washington, kemenangan militer sendiri tidak cukup untuk mengalahkan terorisme.

"Ada solusi militer di Raqqa, namun tidak ada solusi militer di Damaskus. Ada solusi politik untuk mengenyahkan rezim itu,” ujar Gentiloni.

Pemimpin Italia itu mengatakan, negaranya berkomitmen untuk mengatasi akar penyebab terorisme dan konflik bersenjata, namun butuh dukungan negara-negara lain. [ab/lt]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG