Tautan-tautan Akses

Kawanan Bersenjata Bunuh 15 Jemaat di Nigeria Utara


Salah satu gerbang universitas Bayero di Kano, Nigeria (29/4). Kelompok bersenjata menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 22 orang lainnya di ruang serbaguna universitas itu saat sedang digunakan untuk kebaktian umat Kristen, Minggu lalu.

Salah satu gerbang universitas Bayero di Kano, Nigeria (29/4). Kelompok bersenjata menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 22 orang lainnya di ruang serbaguna universitas itu saat sedang digunakan untuk kebaktian umat Kristen, Minggu lalu.

Kawanan bersenjata di Nigeria Utara menyerang sebuah teater universitas yang digunakan untuk kebaktian, menewaskan sedikitnya 15 orang.

Para pejabat keamanan mengatakan, penyerang melemparkan bom-bom kecil ke lokasi di Universitas Bayero di Kano, Minggu, kemudian menembaki para jemaat yang berlarian keluar ruangan.

Seorang dosen di universitas itu, Dr. Nasir Fagge, mengatakan kepada VOA bahwa pembunuhan itu terjadi di dua lokasi di universitas, dan bahwa keamanan telah ditingkatkan beberapa hari menjelang serangan mengingat berbagai insiden maut lainnya di kota itu.Ia juga mengatakan tiga profesor termasuk di antara korban tewas.

Satu dari sedikitnya 22 orang yang luka-luka dalam serangan Minggu itu mengatakan serangan tersebut terjadi beberapa waktu sebelum kebaktian dimulai.

Pihak berwenang mengatakan para penyerang melarikan diri sebelum petugas keamanan tiba, yang membuat polisi memblokir wilayah tersebut. Hal ini menyebabkan petugas pertolongan darurat tertahan dan tidak dapat masuk ke lokasi kejadian selama beberapa waktu.

Belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut. Aksi para penyerang mirip dengan aksi-aksi sebelumnya yang dilakukan oleh kelompok militan Islamis Boko Haram.

Kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangan maut hari Kamis di kantor surat-kabar 'This Day' di kota Kaduna, Nigeria Utara, dan ibukota Abuja.

Boko Haram, yang artinya 'pendidikan Barat haram' dalam bahasa Hausa, sedang berusaha mengubah Nigeria menjadi negara Islam. Kelompok militan itu telah menewaskan lebih dari 1000 orang sejak tahun 2009.
XS
SM
MD
LG