Tautan-tautan Akses

Kawanan Bersenjata Culik Perempuan Perancis di Yaman


Pasukan keamanan menjaga Kedutaan Perancis di Sana'a, Yaman (foto: dok). Seorang perempuan Perancis diculik di Sana'a Selasa (24/2) dini hari.

Pasukan keamanan menjaga Kedutaan Perancis di Sana'a, Yaman (foto: dok). Seorang perempuan Perancis diculik di Sana'a Selasa (24/2) dini hari.

Kawanan bersenjata di Sana’a, ibukota Yaman, hari Selasa (24/2) menculik seorang perempuan Perancis dan temannya yang warga Yaman.

Kawanan bersenjata itu menciduk kedua orang itu dari sebuah taksi hari Selasa dini hari.

Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan telah memobilisasi semua lembaganya untuk “menemukan warga negara mereka dan membebaskannya.”

Perempuan itu dikatakan adalah pegawai kontrak pada sebuah proyek yang didanai Bank Dunia di Sana’a. Warga asing sering disandera di Yaman untuk dijadikan jaminan dalam berbagai negosiasi politik.

Menyusul penculikan itu, Perancis kembali menyarankan warga negaranya agar meninggalkan Yaman.

Ketegangan terus meningkat di negara itu setelah pemberontak Houthi menguasai ibukota bulan September, memaksa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi untuk mengundurkan diri awal bulan ini.

Pemberontak mengatakan Hadi minggu lalu melarikan diri setelah dikenakan tahanan rumah selama sebulan dan pergi ke kota pelabuhan Aden. Hadi, pemimpin Yaman yang diakui dunia internasional, lalu menarik kembali pengunduran dirinya.

XS
SM
MD
LG