Tautan-tautan Akses

HRW: India Perlakukan Perempuan Sakit Jiwa Lebih Buruk dari Binatang


Dua perempuan India di depan pintu masuk sebuah rumah sakit di Varanasi, India (Foto: dok).

Dua perempuan India di depan pintu masuk sebuah rumah sakit di Varanasi, India (Foto: dok).

Sistem kesehatan India memang amat memprihatinkan, penderita sakit jiwa terutama sangat rentan karena hanya sedikit saja penyuluhan tentang kesehatan jiwa diberikan, bahkan mereka dikucilkan dan dicemooh.

Sebuah kelompok HAM internasional mengatakan, India memaksa perempuan dan gadis dengan gangguan mental masuk rumahsakit-rumahsakit jiwa di mana mereka diperlakukan lebih buruk dari binatang.

Sebuah laporan Human Rights Watch, Rabu, mengatakan, perempuan dan gadis dengan gangguan psikososial dan intelektual dibuang keluarga mereka atau polisi ke rumahsakit-rumahsakit itu, dan mereka tidak punya harapan untuk bisa melarikan diri.

Laporan itu mengatakan, pemerintah tidak menyediakan dukungan dan layanan memadai untuk perempuan-perempuan itu. Perempuan dan gadis remaja penyandang cacad di India acapkali dipaksa masuk rumahsakit jiwa, di mana mereka hidup dalam kondisi kotor dan senantiasa memikul risiko mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual, demikian laporan organisasi HAM Human Rights Watch, yang terbit hari Rabu (3/12).

Laporan tadi merinci kehidupan kaum wanita dan para gadis penyandang cacad di enam kota India antara bulan Desember 2012 hingga November 2014.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 200 wawancara dengan perempuan dan gadis cacad jiwa, beserta keluarga mereka, pemberi pelayanan jasa, petugas rumahsakit jiwa dan pejabat pemerintah serta kepolisian.

Sementara sistem kesehatan India memang amat memprihatinkan, penderita sakit jiwa terutama sangat rentan karena hanya sedikit saja penyuluhan tentang kesehatan jiwa diberikan, bahkan mereka dikucilkan dan dicemooh.

Rumah-rumahsakit jiwa tidak didukung masyarakat, keluarga-keluarga sering menutup-nutupi kondisi depresi anggota keluarga mereka, daripada mengusahakan pertolongan.

Di negeri yang kaum lelakinya amat berkuasa ini, kaum wanita acapkali tersiksa. Pemerintah pun hanya mengalokasi satu persen dari anggaran belanja federal di bidang kesehatan jiwa.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG