Tautan-tautan Akses

Karzai Tetap Tunda Pengesahan Perjanjian Keamanan dengan AS


Presiden Afghanistan Hamid Karzai akan menunggu sampai pilpres April 2014 sebelum menandatangani perjanjian keamanan dengan AS (foto: dok).

Presiden Afghanistan Hamid Karzai akan menunggu sampai pilpres April 2014 sebelum menandatangani perjanjian keamanan dengan AS (foto: dok).

Presiden Afghanistan Hamid Karzai hari Rabu (27/11) menegaskan bahwa ia akan menunggu sampai pilpres bulan April 2014 sebelum menandatangani perjanjian dengan AS.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai tetap mengatakan ia akan menunggu sampai pemilihan presiden di negaranya bulan April tahun depan sebelum menandatangani perjanjian keamanan dengan Amerika.

Dalam wawancara dengan Radio Free Europe – Radio Liberty yang didanai Amerika hari Rabu (27/11), Karzai mengatakan, perjanjian itu adalah demi kepentingan Afghanistan. Tetapi ia mengatakan, Amerika terlebih dulu harus menghentikan razia terhadap rumah-rumah penduduk Afghanistan dan membantu menghidupkan kembali proses perdamaian yang macet dengan Taliban sebelum ia mau menandatangani perjanjian itu.

“Saya menuntut diakhirinya semua serangan Amerika terhadap rumah-rumah warga Afghanistan dan dimulainya proses perdamaian yang realistis. Kapan saja Amerika memenuhi kedua tuntutan tersebut, saya siap menandatangani perjanjian itu. Dan apabila kedua tuntutan ini dipenuhi, pakta itu adalah demi kepentingan Afghanistan," kata Karzai.

Karzai juga menegaskan lagi bahwa Amerika Serikat tidak boleh campur tangan dalam pemilihan presiden tanggal 5 April.

Karzai tampaknya tidak lagi menuntut agar Amerika Serikat memastikan bahwa pemilihan presiden Afghanistan berlangsung bebas dan adil, setelah menerima jaminan dalam pertemuan hari Senin (25/11) dengan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Susan Rice.

Dalam wawancara terpisah dengan televisi Afghanistan TOLO, Rice mengatakan Karzai harus menandatangani perjanjian itu sebelum akhir tahun ini, dan jika tidak Amerika Serikat tidak punya pilihan selain menarik semua pasukan dari Afghanistan setelah 2014.
XS
SM
MD
LG