Tautan-tautan Akses

Karzai Serukan Kompromi dalam Krisis Politik Afghanistan


Presiden Afghanistan Hamid Karzai (tengah) didampingi kedua Capres yang bersaing, Ashraf Ghani (kiri) dan Abdullah Abdullah di Kabul (19/8).

Presiden Afghanistan Hamid Karzai (tengah) didampingi kedua Capres yang bersaing, Ashraf Ghani (kiri) dan Abdullah Abdullah di Kabul (19/8).

Calon presiden yang bersaing, Abdullah Abdullah and Ashraf Ghani sama-sama mengklaim kemenangan pada pilpres putaran kedua dua bulan lalu.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai Selasa (9/9) meminta kepada kedua kandidat yang hendak menggantikannya untuk menyetujui sebuah pemerintahan persatuan nasional karena katanya Afghanistan sangat memerlukan sebuah transisi politik yang damai.

Calon presiden yang bersaing, Abdullah and Ashraf Ghani sama-sama mengklaim kemenangan pada pemilihan presiden putaran kedua, dua bulan lalu. Tanpa satupun pihak yang mengalah dalam penghitungan kembali yang diawasi PBB, Afghanistan mengalami kebuntuan politik dan Karzai tetap menjabat lebih lama dari yang ia harapkan.

Mengulangi permintaan Presiden Amerika Barack Obama dan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Karzai hari Selasa mengatakan ada “kebutuhan yang sangat mendesak “ bagi kompromi politik.

Ia berbicara di Kabul dalam sebuah acara menghormati pahlawan kemerdekaan Afghanistan Ahmad Shah Massood yang dibunuh 9 September 20001, tampaknya oleh pendukung jaringan teror al-Qaida dan Taliban. Dua hari setelah Masood dibunuh, tim bunuh diri al-Qaida melancarkan serangan-serangan besar terhadap Amerika di New York dan Washington.

Meskipun Presiden Karzai meminta rekonsiliasi politik, pendukung Abdullah mengganggu upacara peringatakan itu dengan teriakan-teriakan ketika pendukung Ashraf Ghani berusaha memberi sambutan.

XS
SM
MD
LG