Tautan-tautan Akses

Karzai: Serangan Hotel di Kabul Tak Halangi Transisi Keamanan


Seorang polisi Afghanistan berjaga-jaga di sebuah perempatan dekat hotel Intercontinental di Kabul, yang diserang Selasa (28/6).

Seorang polisi Afghanistan berjaga-jaga di sebuah perempatan dekat hotel Intercontinental di Kabul, yang diserang Selasa (28/6).

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan serangan Selasa malam tidak akan menghentikan proses serah-terima keamanan dari pasukan asing kepada pasukan setempat.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan serangan-serangan seperti yang terjadi di hotel di Kabul yang menewaskan 11 warga sipil dan polisi, tidak akan menghalangi serah-terima keamanan di negara itu.

Pengepungan Hotel Intercontinental selama lima jam oleh militan bersenjata berat, berakhir Rabu pagi setelah kesembilan pelaku serangan semuanya tewas, baik karena meledakkan diri sendiri atau terbunuh oleh aparat keamanan Afghanistan dengan bantuan NATO.

Taliban mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut, yang dimulai Selasa malam ketika para penyerang menembus hotel yang dijaga ketat itu dan meledakkan sejumlah bahan peledak. Mereka yang tewas termasuk beberapa pekerja hotel Afghanistan, sejumlah petugas polisi dan seorang tamu hotel berkewarganegaraan Spanyol.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai pada hari Rabu mengutuk serangan di Hotel Intercontinental sebagai “aksi teror yang kejam." Dalam sebuah pernyataan, ia memuji reaksi cepat aparat keamanan dan mengatakan serangan tersebut tidak akan menghentikan proses serah-terima keamanan dari pasukan asing kepada pasukan Afghanistan.

Di Washington, Presiden Amerika Barack Obama memberitahu para wartawan, ibukota Afghanistan “jauh lebih aman dibandingkan sebelumnya dan bahwa aparat Afghanistan kini lebih mampu dibandingkan sebelumnya." Ia mengatakan serangan-serangan semacam ini akan berlanjut untuk sementara waktu, karena menurutnya, “tugas kita belum usai”.

Pengepungan Hotel Intercontinental yang juga melukai delapan orang, terjadi menjelang sebuah konferensi yang memusatkan pada persiapan serah terima keamanan Afghanistan. Sejumlah pejabat provinsi Afghanistan yang ikut serta dalam konferensi di Rabu ini, menginap di hotel tersebut.

Hotel Intercontinental yang dibangun di sebuah bukit pada tahun 1960an, selama bertahun-tahun merupakan hotel utama di ibukota Afghanistan, dan digunakan oleh warga asing. Pejabat-pejabat keamanan Afghanistan mengatakan mereka kini menyelidiki cara kesembilan militan tersebut dapat melewati sejumlah pos keamanan untuk mencapai hotel tersebut.

Serangan besar terakhir pada sebuah hotel di Kabul terjadi tahun 2008, ketika militan menggempur Hotel Serena yang mewah di pusat kota, menewaskan delapan orang dalam suatu serangan yang terkoordinasi.

XS
SM
MD
LG