Tautan-tautan Akses

AS

Karyawan FBI Mengaku Bersalah jadi Agen China


Kun Shan Chun, karyawan FBI yang ternyata bertindak sebagai agen China (foto: dok).

Kun Shan Chun, karyawan FBI yang ternyata bertindak sebagai agen China (foto: dok).

Seorang teknisi elektronik Amerika yang bekerja untuk FBI mengaku bersalah karena bertindak sebagai seorang agen pemerintah China.

Kun Shan Chun lahir di China dan menjadi warga Amerika lewat naturalisasi, hari Senin mengaku di pengadilan federal di New York memberikan informasi rahasia kepada China.

Departemen Kehakiman mengatakan informasi itu termasuk struktur organisasi FBI, identitas dan rencana perjalanan seorang agen FBI serta photo-photo yang diambil Chun mengenai dokumen yang dipasang di tempat-tempat yang dilarang FBI terkait pemantauan.

Chun yang berusia 46 tahun menghadapi hukuman sampai 27 bulan penjara. Ia dibebaskan dengan membayar uang jaminan hari Senin (1/8) dan dijadwalkan akan divonis 2 Desember mendatang.

Departemen Kehakiman mengatakan Chun bekerja untuk FBI sejak 1997 dan lolos pemeriksaan keamanan rahasia tahun 1998 yang memungkinkannya mengakses informasi rahasia.

Jaksa menuduh Chun menyerahkan informasi rahasia kepada China dari tahun 2011 sampai 2016 lewat perusahaan pembuat mesin printer di China di mana orang tua Chen berinvestasi.

Mereka mengatakan perusahaan itu, Zhuhai Kolion Technology Company Ltd., membayar sebagian ongkos perjalanan Chun ke China. Chun awalnya dikenai tuduhan bulan Maret karena membuat pernyataan palsu kepada FBI untuk menyembunyikan kontaknya dengan perusahaan China itu. [my/ii]

XS
SM
MD
LG