Tautan-tautan Akses

Karya Seni Belatung di Pameran Sains Nasional AS

  • Susy Tekunan

Pameran sains dan teknik nasional pertama di AS menarik sekitar 500 ribu pengunjung.

Pameran sains dan teknik nasional pertama di AS menarik sekitar 500 ribu pengunjung.

Pameran sains ini memamerkan seni melukis dengan belatung sambil belajar tentang peran penting serangga bagi lingkungan.

Brian Manivong, pelajar kelas 6 dari Virginia, asik membuat karya seni di atas sehelai kertas. “Daripada mendorong mereka kemana-mana, saya mau membiarkan mereka bebas berekspresi”, demikian kata Brian.

Brian Manivong membuat lukisan dengan belatung di gerai Maggot Monet di pameran sains dan teknik nasional Washington DC

Brian Manivong membuat lukisan dengan belatung di gerai Maggot Monet di pameran sains dan teknik nasional Washington DC

Yang dimaksud Brian dengan “mereka” adalah 6 ekor belatung yang diletakkan di atas lembaran kertas. 6 belatung ditaruh di atas 6 tetes warna, mereka lalu mengeliat ke berbagai arah dan menciptakan sebuah karya abstrak.

Gerai bernama Maggot Monet ini dikelola oleh universitas Southeastern Louisiana untuk menyediakan gerai interaktif yang menarik. Sambil membuat karya “Monet”, staff mengajar pengunjung tentang peran penting belatung dan serangga lainnya untuk membantu mengurai sampah dan bangkai.

Belatung -belatung beraksi dengan menyebar warna mereka di atas sehelai kertas

Belatung -belatung beraksi dengan menyebar warna mereka di atas sehelai kertas

Gerai yang ini hanya salah satu dari 1500 gerai interaktif dalam pameran sains nasional pertama di AS akhir pekan lalu. Pameran dua hari ini di pusat kota Washington DC ini dihadiri oleh 500 ribu pengunjung yang kebanyakan berasal dari Washington DC sekitar.

Pameran ini juga mendidik pengunjung yang kebanyakan adalah anak-anak usia sekolah tentang penemuan baru hemat energi. Teknologi baru ini digelar di sebuah lokasi yang bernama Gang Energi. Kendaraan paling menarik yang mereka lihat adalah laba-laba Mondo, sebuah robot laba-laba berkaki delapan dan berukuran 750 kilogram yang berjalan sepenuhnya dengan tenaga matahari.

Laba-laba Mondo dikendarai seorang ilmuwan di gang energi

Laba-laba Mondo dikendarai seorang ilmuwan di gang energi

“Kami ciptakan laba-laba Mondo untuk mengajar, memberi inspirasi dan memicu kontroversi”, ujar Leigh Christie. Leigh adalah seorang seniman yang tergabung dalam sebuah tim bernama “EatArt” yang membuat laba-laba Mondo. Samuel Molseed, seorang pelajar di Viginia, datang bersama adik perempuan dan ayahnya. Setelah melihat laba-laba Mondo disetir oleh seorang ilmuwan berjalan seperti layaknya sebuah robot, dengan antusias ia berkata “Laba-laba ini adalah cara paling hebat untuk bepergian”.

Pameran ini mendapat inspirasi dari pameran sains international dan bertujuan untuk membuat anak-anak tertarik dengan bidang sains. Larry Bock, ketua penyelenggara festival, mengatakan, “Ini adalah pesta masyarakat. Kami baru saja mengadakan perayaan sains dan teknik pertama dalam lingkup nasional, membawa sains kembali ke tengah panggung.”

Bros dengan lampu kelap kelip hasil karya pengunjung yang bisa dibawa pulang untuk cendera mata.

Bros dengan lampu kelap kelip hasil karya pengunjung yang bisa dibawa pulang untuk cendera mata.

Dalam kerumunan pengunjung dapat terlihat banyaknya keluarga imigran dari Asia yang mengajak anak mereka menghabiskan akhir pekan berekreasi sambil belajar tentang sains. Pameran ini dibuka untuk umum tanpa biaya dan anak-anak dapat membawa pulang berbagai hasil karya mereka dari bros kelap kelip sampai lukisan belatung milik Brian.

XS
SM
MD
LG