Tautan-tautan Akses

Kapten Kapal Feri Korea Selatan Minta Maaf Karena Tinggalkan Kapal


Kapal feri Sewol, yang tenggelam di Korea Selatan bulan April 2014 (Foto: dok).

Kapal feri Sewol, yang tenggelam di Korea Selatan bulan April 2014 (Foto: dok).

Kapten Lee Joon-seok merupakan satu dari empat awak kapal feri Sewol yang diadili atas tuduhan lalai dan menghadapi ancaman hukuman mati jika didapati bersalah.

Kapten kapal feri Korea Selatan yang terbalik bulan April sehingga menewaskan 300 orang lebih telah meminta maaf karena meninggalkan kapal itu dan tidak menyelamatkan para penumpang.

Kapten Lee Joon-seok merupakan satu dari empat awak kapal feri Sewol yang diadili atas tuduhan lalai dan menghadapi ancaman hukuman mati jika didapati bersalah.

Sebelas awak lainnya menghadapi tuduhan lebih ringan karena juga meninggalkan kapal, sementara mereka dituduh memberitahu para penumpang agar tetap berada dalam kabin dan menunggu diselamatkan.

Media Korea Selatan menyatakan kapten berusia 68 tahun itu Rabu (8/10) mengatakan di pengadilan bahwa ia menyesal atas dosa bertanya, seraya menyatakan ia menyadari bahwa ia patut dihukum mati.

Lee mengatakan ia tidak bermaksud membunuh para penumpang, yang kebanyakan adalah siswa SMA yang sedang menuju tempat pesiar di sebuah pulau wisata.

Lee menegaskan ia mengeluarkan perintah kepada para siswa itu agar meninggalkan feri. Jika perintah itu memang diberikan, tampaknya pesan itu tidak pernah disampaikan kepada para penumpang.

Tenggelamnya feri Sewol telah menimbulkan kemarahan besar masyarakat terhadap para awak, serta pemerintah, karena kurangnya standar keselamatan dan upaya-upaya penyelamatan yang gagal.

Pengadilan diperkirakan akan menetapkan putusannya pada bulan November.

XS
SM
MD
LG