Tautan-tautan Akses

Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Operasi Pengejaran Teroris

  • Yoanes Litha

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memberikan penjelasan kepada wartawan di Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (17/11).

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memberikan penjelasan kepada wartawan di Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (17/11).

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti optimis pelaksanaan Operasi Camar Maleo IV oleh personil polisi di Poso, Sulawesi Tengah bisa mengakhiri jaringan kelompok teroris Santoso. Pengerahan personel Polri dan TNI dalam operasi pencarian kelompok itu dinilai telah mencapai perkembangan yang signifikan.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada Selasa, 17 November 2015 melakukan kunjungan selama dua hari ke Poso Sulawesi Tengah. Setelah mendarat di bandara Udara Kasiguncu Poso, rombongan Kapolri dan Panglima TNI itu langsung menuju Mapolres Poso. Mereka melangsungkan rapat tertutup khusus tentang perkembangan dan evaluasi operasi Camar Maleo IV, sebutan bagi operasi pengejaran kelompok teroris Santoso, yang dilaksanakan di Poso sejak awal September 2015.

Badrodin Haiti mengatakan kepada wartawan, dari hasil evaluasi yang dilakukan, operasi Camar Maleo IV telah menunjukkan perkembangan yang signifikan bagi upaya penanganan kelompok teroris Santoso, dan ia optimis seluruh anggota kelompok itu bisa ditangkap sebelum tenggat operasi itu berakhir pada 9 Januari 2016. Meskipun demikian, ia enggan merinci lebih jauh perkembangan yang dimaksud.

“Hanya mengecek, dan dilakukan evaluasi terhadap operasi yang dilaksanakan di Poso ini, operasi Camar Maleo ke empat. Yah (dari hasil evaluasi) sudah ada kemajuan, sudah ada kemajuan yang bisa dicapai,” ujar Badrodin.

Kelompok teroris Santoso masih berada di wilayah hutan pegunungan yang membentang dari wilayah Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir Selatan dan Lore Timur, hingga ke Sausu di Kabupaten Parigi Moutong. Polda Sulawesi Tengah memperkirakan luas wilayah pencarian mencapai sekitar 160 kilometer persegi.

Batalyon Infantri 714 Sintuwu Maroso yang membantu Polda Sulawesi Tengah telah dikerahkan ke dalam hutan di wilayah itu untuk mencari kelompok Santoso. Mereka juga membangun pos-pos keamanan, yang menjadi penyekat untuk mempersempit ruang gerak dan menutup masuknya pasokan logistik kelompok itu.

Selain melakukan operasi keamanan, operasi Camar Maleo IV juga membina masyarakat yang tinggal di sekitar kaki gunung yang menjadi wilayah operasi, dengan melakukan karya bakti sosial dan pemberian bantuan.

“Ada pasukan TNI yang juga membantu kita, ada juga pasukan TNI yang melakukan karya bakti, melakukan pembinaan terhadap masyarakat di desa desa di pinggir hutan, di pinggir gunung, itu yang dilakukan, jadi tidak semuanya membantu kita dalam rangka operasi tapi juga ada kegiatan karya bakti,” tambah Badrodin.

Kapolri dan Panglima TNI diagendakan untuk meninjau langsung keberadaan pasukan gabungan TNI-Polri yang dilibatkan dalam operasi Camar Maleo IV di kecamatan Poso Pesisir Utara Rabu ini (17/11). [yl/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG