Tautan-tautan Akses

Kapal Perang Rusia di Laut Kaspia Hantam Target ISIS di Suriah


Kapal perang Rusia melewati Bosphorus, Istanbul, dalam perjalanan ke Laut Mediterania, 6 Otober 2015 (Foto: AP).

Kapal perang Rusia melewati Bosphorus, Istanbul, dalam perjalanan ke Laut Mediterania, 6 Otober 2015 (Foto: AP).

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris dan memantau kekerasan di Suriah menyatakan, serangan-serangan udara hari Rabu berlangsung di provinsi Hama dan Idlib.

Rusia, yang sedang melancarkan serangan udara di Suriah, hari Rabu (7/10) menyatakan telah menggunakan empat kapal perang di Laut Kaspia untuk meluncurkan roket ke arah target-target ISIS di negara yang dikoyak perang itu.

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu memberitahu Presiden Vladimir Putin bahwa kapal-kapal itu menembakkan 26 misil jelajah ke sebelas target ISIS, yang dikatakannya hancur tanpa menimbulkan korban warga sipil.

Pernyataan mengenai serangan angkatan laut Rusia di Suriah muncul sementara Rusia mempertimbangkan untuk berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Turki setelah dikritik atas serangannya selama sepekan ini di Suriah.

Organisasi pemantau kekerasan di Suriah yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, menyatakan, serangan-serangan udara hari Rabu berlangsung di provinsi Hama dan Idlib, di mana pasukan Suriah menembakkan misil darat-ke-darat di kawasan itu.

Juga Rabu, pemimpin Liwa Suqour al-Jabal, sebuah kelompok pemberontak yang dilatih Amerika, mengatakan kepadaReuters bahwa serangan-serangan udara Rusia menghancurkan gudang senjata utama kelompok itu di provinsi Aleppo setelah menyerang kamp pelatihannya di Idlib pekan lalu.

Seorang jurubicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, para pakar pertahanan Rusia dan Amerika dijadwalkan bertemu hari Rabu guna membahas proposal untuk “mengoordinasi aksi dalam perang melawan” militan Negara Islam (ISIS) di Suriah.

Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter mengatakan kepada wartawan hari Selasa bahwa kedua pihak mengadakan pembicaraan pekan lalu yang diprakarsai Rusia. Carter juga menolak berkomentar mengenai tanggapan Amerika terhadap pelanggaran wilayah angkasa Turki oleh pesawat-pesawat tempur Rusia, dengan mengatakan bahwa isu tersebut akan dibahas dalam pertemuan menteri pertahanan NATO hari Kamis (8/10).

Rusia dan Turki masing-masing telah membicarakan tentang kemungkinan membentuk kelompok kerja bersama guna mengoordinasi dan mencegah kemungkinan terjadinya insiden terkait serangan udara Rusia di Suriah. [uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG