Tautan-tautan Akses

Kapal Migran Tenggelam di Lampedusa, Italia


Sicilia, Lampedusa, dan pesisir Libya, di Mediterania.

Sicilia, Lampedusa, dan pesisir Libya, di Mediterania.

Sebuah perahu yang diperkirakan membawa 700 migran dan berusaha mengarungi Laut Tengah untuk mencapai Eropa terbalik, Sabtu (18/4) di lepas pantai Libya.

Para pejabat mengatakan 28 orang telah diselamatkan, namun ratusan orang lagi dikhawatirkan tewas di perairan sekitar 193 kilometer arah selatan dari pulau Lampedusa, Italia.

Perahu itu diyakini telah terbalik ketika para penumpangnya berpindah dari satu sisi ke sisi lain ketika sebuah kapal dagang mendekatinya.

Berbagai laporan menyatakan bahwa sejumlah mayat telah hanyut sampai di pantai-pantai Libya.

Ribuan migran, kebanyakan dari wilayah-wilayah yang dilanda perang di Afrika dan Timur Tengah, melakukan perjalanan berbahaya di Laut Tengah dengan harapan mencapai Eropa. Sebelum insiden terbaru itu, kelompok-kelompok kemanusiaan memperkiraan sekitar 500 migran tewas tahun ini akibat kelaparan, kehausan dan berdesak-desakan dalam perahu-perahu yang penuh sesak dan berpelengkap buruk.

Paus Fransiskus meminta bantuan internasional untuk mengatasi meningkatnya jumlah migran yang melarikan diri dari ketidakstabilan di Afrika.

Setelah pertemuannya dengan Presiden Italia Sergio Mattarella hari Sabtu (18/4), Paus Fransiskus mengatakan jelas bahwa lingkup masalah migran membutuhkan keterlibatan internasional yang jauh lebih besar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Italia yang “menyambut” para migran yang telah mempertaruhkan nyawa mereka dengan menyeberangi Laut Tengah untuk mencapai Eropa.

Hari Jumat (17/4), Barbara Molinario dari Komisi Tinggi PBB Untuk Pengungsi atau UNHCR mengatakan banyak migran, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam rombongan sebelumnya yang berhasil diselamatkan oleh tim SAR Italia menderita luka bakar parah.

“Mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka berada di salah satu tempat di mana para pedagang manusia menempatkan para migran sebelum mereka dinaikkan ke perahu. Di tempat itu, sebuah tabung gas meledak dan menewaskan beberapa orang serta melukai banyak lainnya. Para pedagang manusia tidak mengizinkan mereka meninggalkan tempat itu untuk pergi ke rumah sakit untuk berobat, dan kemudian mereka dinaikkan ke sebuah perahu karet,” kata Barbara.

Di hari yang sama, Presiden Amerika Barack Obama dan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi membahas masalah migran dalam pembicaraan mereka di ibukota Amerika, Washington, D.C. Perdana Menteri Renzi mengatakan Italia tidak ingin Laut Tengah menjadi kuburan dan telah mengambil peran kepemimpinan untuk menghadapi krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di sana. Ia menambahkan bahwa semua negara di kawasan itu, yang mencakup Eropa, Afrika Utara dan Timur Tengah, ikut bertanggung jawab untuk menghentikan perdagangan manusia melalui kerjasama yang erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Presiden Barack Obama juga mengatakan negara-negara di kawasan itu perlu mengkoordinasikan tindakan politik untuk melawan terorisme dan mencegah Libya menjadi tempat berlindung yang aman bagi para teroris.

Para pejabat Uni Eropa mengatakan arus migran kemungkinan besar akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan suhu udara yang semakin hangat.

XS
SM
MD
LG