Tautan-tautan Akses

Kapal Cepat Tenaga Matahari ITS Ikuti Kompetisi Internasional di Belanda

  • Petrus Riski

Gubernur Jawa Timur Soekarwo melihat kapal cepat tenaga matahari buatan mahasiswa ITS (VOA/Petrus Riski)

Gubernur Jawa Timur Soekarwo melihat kapal cepat tenaga matahari buatan mahasiswa ITS (VOA/Petrus Riski)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan kapal cepat tenaga matahari, yang akan mengikuti perlombaan internasional "Dong Energy Solar Challenge International 2014" di Belanda, pada Juni-Juli mendatang.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengikuti kompetisi internasional “Dong Energy Solar Challenge International 2014” di Belanda, dengan meluncukan kapal cepat bertenaga matahari, atau Marine Solar Boat yang diberi nama “Jalapatih”. Kapal bertenaga matahari pertama buatan ITS ini didesain dengan badan kapal dinamis yang mengusung motif Batik sebagai identitas dan warisan budaya Indonesia.

Irfan Syarif Arif, Dosen Pembimbing Tim Marine Solar Boat ITS mengatakan bahwa perlombaan ini selain menampilkan teknologi panas matahari sebagai bahan bakar penggerak kapal, juga menampilkan kecepatan laju kapal yang dipengaruhi oleh desain kapal yang dibuat.

“Ini konsepnya sebenarnya hanya digunakan untuk lomba yang tidak menggunakan speed yang tinggi, cuma dibatasi oleh panitia yang di Belanda, yaitu menggunakan sekitar 1 kw, 1 kw itu bagaimana anda bisa mendesain kapal bisa tercepat. Nah itu kan tergantung oleh desain kapalnya, tergantung oleh desain propeller proporsinya, dan sebagainya, sehingga kalau sekiranya nanti menghasilkan power yang cukup besar, itu yang akan menjadi ikon sendiri, jadi keberhasilan dari kapal itu sendiri,” kata Irfan.

Sementara itu Chandra Prasetyo Endro, mahasiswa jurusan Teknik Sistem Perkapalan ITS, selaku Ketua Marine Solar Boat Team mengatakan keunggulan kapal cepat bertenaga matahari ini terletak pada panel penyimpanan energi, yang secara bersamaan dapat dimanfaatkan untuk tenaga penggerak kapal secara efektif dan efisien.

“Full power dua jam, tergantung dengan estimasinya cahaya matahari, kembali ke situ juga, untuk bisa mensuplai antara dua jam output sama inputnya itu bisa setara,” kata Chandra, Mahasiswa ITS Ketua Tim Marine Solar Boat Team ITS.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada saat peluncuran mengatakan keberadaan kapal cepat bertenaga matahari karya mahasiswa ITS ini merupakan bukti kemampuan anak bangsa dalam memanfaatkan energi terbarukan yang tidak terbatas jumlahnya dengan teknologi yang mampu diaplikasikan secara nyata.

“Ini luar biasa, karena kita ada satu kawasan solar, matahari yang sangat kaya, sekarang masuk di teknologi ini, makanya kami mau kerjasama dengan masalah ini, untuk nelayan terutama,” kata Soekarwo, Gubernur Jawa Timur.

Meski sebagai satu-satunya wakil ASEAN yang berlaga pada ajang kompetisi internasional di Belanda, Wakil Rektor ITS Herman Sasongko optimis tim kapal cepat tenaga matahari ITS, mampu berprestasi tinggi mengharumkan nama bangsa Indonesia.

“Juara adalah sebuah konsekuensi dari proses yang baik. Yang penting banyak anak makin terlibat dengan keadaan kreatif ini sebagai wujud dari sistem pendidikan berbasis laboratorium,” kata Herman Sasongko, Wakil Rektor ITS Surabaya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG