Tautan-tautan Akses

Kamp Migran di Perancis Mulai Dikosongkan


Para migran membawa barang-barang mereka sementara yang lainnya menghangatkan diri di delat perapian saat mulai meninggalkan kamp pengungsi darurat yang disebut "The Jungle" dekat Calais, Perancis selatan untuk mendaftar di Pusat Pendaftaran Pengungsi (24/10). .

Para migran membawa barang-barang mereka sementara yang lainnya menghangatkan diri di delat perapian saat mulai meninggalkan kamp pengungsi darurat yang disebut "The Jungle" dekat Calais, Perancis selatan untuk mendaftar di Pusat Pendaftaran Pengungsi (24/10). .

Pemindahan sekitar 8.000 migran di kamp pengungsi darurat yang kumuh tersebut diperkirakan akan menghabiskan waktu seminggu.

Pria dan wanita yang membawa koper dan barang-barang pribadi telah mulai meninggalkan kamp pengungsi yang akan segera dihancurkan yang dinamakan “The Jungle” di kota pelabuhan Calais, Perancis utara.

Pemerintah Perancis mengatakan operasi pemindahan tersebut merupakan langkah kemanusiaan dan akan memungkinkan penutupan kota kumuh terbesar negara itu.

Pemindahan sekitar 8.000 migran di kamp pengungsi darurat yang kumuh tersebut diperkirakan akan menghabiskan waktu seminggu.

“Saya berharap ini akan berhasil. Saya hanya sendirian dan saya harus kuliah,” kata Amadou Diallo dari negara Afrika barat, Guinea. “Saya tidak mempersoalkan di mana saya akan berakhir, saya benar-benar tidak perduli.”

Para migran akan ditawarkan tempat di pusat-pusat pengungsi di seluruh Perancis dan kesempatan mencari suaka. Tetapi ada keprihatinan bahwa sebagian migran tidak akan mau pergi karena mereka masih ingin pergi ke Inggris di seberang Selat Inggris dari Calais.

Inggris sudah mulai menerima sebagian dari sekitar 1.300 anak-anak yang tinggal sendirian dalam kamp.

Sekalipun tidak jelas berapa banyak anak yang akan diterima London, Departemen Dalam Negeri Inggris mengatakan hari Minggu rombongan pertama 70 orang anak, yang tidak mempunyai kerabat di Inggris, telah tiba di negara itu. [gp]

XS
SM
MD
LG