Tautan-tautan Akses

Kantor Polisi di AS Ciptakan Keharmonisan Antar Agama untuk Perangi Radikalisme

  • Elizabeth Lee

Sherif Morsi yang beragama Islam (kiri) adalah Wakil Kepala Polisi Los Angeles berusaha merangkul komunitas muslim.

Kantor Polisi di wilayah Los Angeles membentuk satuan pengawasan publik yang justru melibatkan secara aktif warga Muslim AS.

Pada saat sebagian warga Amerika ketakutan dengan radikalisasi warga Muslim di Amerika dan bersikap anti-Islam, Kantor Polisi wilayah Los Angeles mengatakan punya pemecahan untuk memerangi meningkatnya terorisme di Amerika dan menciptakan keharmonisan di antara warga Muslim dan non-Muslim.

Di Los Angeles, salah satu kota yang jumlah warga Muslimnya terbesar di Amerika, jarang ada polisi yang beragama Islam.

Jihad Turk dari Pusat Kebudayaan Islam California Selatan mengatakan para imigran Muslim di Amerika kerap punya pandangan buruk mengenai polisi. Ia menjelaskan, “Banyak warga Muslim di Amerika berasal dari negara-negara yang diperintah diktator, di mana polisi merupakan kepanjangan tangan rejim yang opresif.”

Sherif Morsi yang beragama Islam adalah wakil kepala polisi di Los Angeles.Ia bergabung dalam Satuan Urusan Kemasyarakatan Kantor Polisi Los Angeles untuk mengubah pandangan itu. Satuan itu merupakan yang pertama dibentuk di Amerika dan ditujukan untuk membangun kepercayaan melalui pendidikan dan hubungan pribadi.

Morsi mengatakan, “Ketika pertama kali saya pergi ke beberapa pusat kebudayaan Islam, banyak orang menghindari saya. Mereka tahu saya beragama Islam. Karena pengalaman mereka dulu, seragam polisi dipandang sebagai simbol kekuasaan, korupsi, dan tidak bisa dipercaya. Tetapi sekarang, orang selalu menyambut saya dengan ramah.”

Lebih jauh, Morsi menjelaskan bahwa masyarakat Muslim bukan hanya memberi informasi mengenai kejahatan, tetapi juga yang menyangkut ekstremisme.

Polisi Wilayah Los Angeles Leroy Baca yang membentuk satuan itu mengatakan prakarsa tentang pengawasan publik itu berhasil. Ia menjelaskan, “Dalam 10 serangan terakhir yang berhasil ditangani oleh FBI, tujuh di antaranya melibatkan informasi yang diberikan warga Muslim.”

Morsi mengatakan, “Faktor utama penyebab radikalisasi adalah keterasingan. Merasa terasing dan selalu dicurigai. Itu adalah faktor utama yang ada di benak orang-orang radikal.”

Jihad Turk mengatakan sikap anti-Islam di Amerika mendorong berkembangnya ekstremisme. Ia mengatakan masyarakat Islam harus berintegrasi ke dalam masyarakat setempat dan publik harus tahu bahwa ektremisme di Amerika tidak terbatas pada orang-orang yang menyatakan dirinya Muslim.

Untuk membantu memerangi radikalisasi dan sikap anti-Islam, lembaga-lembaga penegak hukum di seluruh Amerika menggunakan video pelatihan Satuan itu dengan harapan: Dengan lebih memahami budaya Islam akan muncul rasa saling menghormati dan kepercayaan dari kedua pihak, sehingga polisi dan warga Muslim dapat menjadi mitra dalam memerangi kejahatan.

XS
SM
MD
LG