Tautan-tautan Akses

Hadapi Kenyataan Kekejaman PD II, Kunci Rekonsiliasi Jerman


Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) berjabat tangan dengan PM Jepang Shinzo Abe seusai konferensi pers di Tokyo (9/3).

Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) berjabat tangan dengan PM Jepang Shinzo Abe seusai konferensi pers di Tokyo (9/3).

Hubungan Jepang dengan tetangga dekatnya, China dan Korea Selatan, yang adalah korban militerisme Jepang sebelum dan sesudah PD II, telah memburuk dalam tahun-tahun terakhir ini karena isu-isu sejarah dan wilayah.

Dalam lawatannya ke Jepang saat ini, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan hari Senin, Jerman mampu merebut kembali tempatnya yang terhormat dalam masyarakat internasional, karena usaha berani negara itu dalam menghadapi kenyataan kekejaman PD II.

Di Jepang, sedang berlangsung perselisihan pahit yang menyulitkan usaha negara itu untuk membenarkan tindakannya pada masa perang. Komentar Merkel tersebut dikeluarkannya saat PM Jepang Shinzo Abe bersiap menyampaikan sebuah pernyataan untuk kemudiannya tahun ini dalam memperingati ulangtahun ke-70 berakhirnya perang.

Beredar spekulasi bahwa, Abe, yang dipandang sebagai hendak mengikis sejarah, mungkin bermaksud mengecilkan arti permintaan maaf Jepang yang disampaikan pada tahun 1995 atas agresi negara itu di seluruh kawasan Asia.

Merkel menegaskan bahwa, Jerman masih menghargai kebaikan negara-negara tetangganya yang menerima Jerman kembali meskipun telah terjadi horor perang dan Holocaust.

Hubungan Jepang dengan tetangga dekatnya, China dan Korea Selatan, yang adalah korban militerisme Jepang sebelum dan sesudah PD II, telah memburuk dalam tahun-tahun terakhir ini karena isu-isu sejarah dan wilayah.

Di bawah pemerintahan Abe, Jepang dipandang sedang meningkatkan upayanya untuk mengecilkan kekejaman negara itu selama masa perang.

XS
SM
MD
LG