Tautan-tautan Akses

Kanker Pankreas, Penyebab Utama Kematian ke-4 akibat Kanker di AS

  • Vindushi Sinha

Pendiri Apple, Steve Jobs, meninggal setelah berjuang melawan kanker pankreas hampir selama satu dekade terakhir hidupnya.

Pendiri Apple, Steve Jobs, meninggal setelah berjuang melawan kanker pankreas hampir selama satu dekade terakhir hidupnya.

Kematian pendiri Apple, Steve Jobs pada usia 56 tahun menyusul perjuangannya menghadapi jenis penyakit kanker pankreas yang jarang. Kanker pankreas ternyata merupakan penyebab utama kematian keempat akibat kanker di AS.

Penyakit ini sulit diobati karena sulit didiagnosa. Pankreas tertanam jauh di dalam perut, dan terkadang, gejala kanker baru terlihat pada tahap akhir penyakit itu. Tahun 2004, Steve Jobs mengumumkan ia telah menjalani operasi kanker pankreas, sejenis kanker ringan tapi jarang yang disebut tumor neuroendokrin sel islet.

Jenis itu merupakan lima persen dari keseluruhan kanker pankreas. Penyakit ini menyerang sel yang memproduksi hormon yang mengendalikan kadar gula darah. Jenis yang paling mematikan dan lebih umum muncul pada sel-sel eksokrin pankreas yang menghasilkan enzim pencernaan.

Pankreas adalah kelenjar sepanjang 15 cm yang terselip di belakang lambung dan di bawah hati. Kanker pankreas sulit didiagnosa, karena pada tahap awal tidak memiliki gejala yang bisa dilihat.

Dr. Khaled el-Shami, ahli kanker pada George Washington University Medical Center di Washington menjelaskan, “Tumor neuroendokrin, apabila terdeteksi sejak awal, bisa disembuhkan lewat pembedahan saja. Tapi dalam tahap lanjut, apabila tumor tersebut telah menyebar dari pankreas ke hati, atau organ lainnya dan tumor ini telah menjadi penyakit yang tak dapat disembuhkan.”

Pankreas adalah kelenjar sepanjang 15 cm yang terselip di belakang lambung dan di bawah hati (foto: ilustrasi).

Pankreas adalah kelenjar sepanjang 15 cm yang terselip di belakang lambung dan di bawah hati (foto: ilustrasi).

Tahun 2009, lima tahun setelah operasi kankernya, Jobs menjalani operasi pencangkokan hati. Dr. el-Shami mengatakan cangkok hati adalah cara yang agresif menghadapi kanker tetapi tidak bisa menjamin “penyembuhan”.

“Ini antara menghilangkan sepotong besar kanker di hati dan resiko melemahkan kekebalan tubuh, yang tidak saja bisa mendatangkan kembali penyakit kanker itu tetapi juga mengakibatkan munculnya berbagai kanker lain,” papar Dr. el-Shami.

Sementara, Dr Mattew Walsh, kepala bedah umum pada klinik Cleveland di negara bagian Ohio mengatakan, setelah menjalani semua pengobatan, kebanyakan pasien mungkin berpikir mereka telah sembuh dari kanker. Ketika penyakit ini kambuh lagi masih banyak ketidakpastian mengenai usia yang tersisa.

Meskipun ia tidak pernah merawat Steve Jobs dan tidak mengetahui penyakitnya secara rinci, Dr Walsh mengatakan jenis penyakit kanker yang diderita Steve Jobs, tampaknya memang tidak bisa disembuhkan.

XS
SM
MD
LG