Tautan-tautan Akses

Kandidat Unggulan Presiden Afghanistan Serukan Transparansi Pemilu


Kandidat Presiden Afghanistan, mantan Menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah (foto: dok).

Kandidat Presiden Afghanistan, mantan Menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah (foto: dok).

Seorang kandidat unggulan pemilu presiden menginginkan perhitungan suara yang transparan dalam pemilu bulan ini.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pemilu tambahan, mantan Menteri Luar Negeri Afghanistan Abdullah Abdullah mengatakan kepada VOA hari Kamis (10/4), yang lebih penting adalah proses pemilu berlangsung adil dan sesuai hukum, tanpa mempersoalkan siapa yang akhirnya memenangkan pemilu tanggal 5 April.

Komisi Pemilu Independen mengatakan lebih dari 45 persen suara telah mnasuk ke dalam sistem data, dan bahwa hasil perhitungan sebagian belum dapat dirilis sebelum sedikitnya 20 dari 34 propinsi dihitung. Hasil perhitungan akhir diperkirakan akan diperoleh pertengahan Mei.

Abdullah dan mantan pejabat Bank Dunia Ashraf Ghani dipandang sebagai calon-calon paling unggul, namun ada spekulasi bahwa pemilu tambahan akan diperlukan.

Dalam sebuah wawancara dengan VOA, Abdullah mengatakan ada kemungkinan pemilu tidak akan memasuki putaran kedua. Ia menegaskan bahwa penuntasan proses itu dan pemerintah masa depan yang didasarkan suara rakyat merupakan kepentingan nasional Afghanistan.

Kandidat memerlukan sedikitnya 50 persen plus satu suara untuk memenangkan pemilu presiden. Jika tidak ada seorang pun mencapainya, pemilu babak kedua perlu dilangsungkan.

Amerika mengawasi secara seksama hasil pemilu itu dan berharap siapapun yang menang akan menandatangani kesepakatan keamanan bilateral yang dinegosiasikan.
XS
SM
MD
LG