Tautan-tautan Akses

Kandidat Senat Partai Republik Todd Akin Berkeras Tak Akan Mundur


Kandidat senator Partai Republik Todd Akin dari Missouri dihujani kecaman akibat pernyataan kontroversial mengenai aborsi dan perkosaan. (Foto: AP/Orlin Wagner)

Kandidat senator Partai Republik Todd Akin dari Missouri dihujani kecaman akibat pernyataan kontroversial mengenai aborsi dan perkosaan. (Foto: AP/Orlin Wagner)

Kandidat kontroversial Partai Republik Todd Akin berkeras tak akan mundur dari pemilihan Senat meski partai telah menarik dukungan.

Anggota Kongres Todd Akin, yang memicu kecaman karena pernyataannya yang kontroversial mengenai aborsi dan perkosaan, bersikeras pada Selasa (21/8) bahwa ia tidak akan mundur dari pertarungan memperebutkan kursi Senat di Missouri, meskipun ada desakan dari partai dan pembicaraan mengenai siapa yang akan menggantikannya pada pemilihan 6 November nanti.

Akin, yang sangat anti aborsi, bersumpah akan tetap bertarung melawan Senator Claire McCaskill dari Partai Demokrat, dan bahwa ia mewakili sebuah gerakan konservatif yang harus didengar.

Pada pukul 5 sore waktu lokal (Rabu, 22/8 pagi), tenggat waktu tiba tanpa indikasi bahwa ia akan mencabut namanya dari pemilihan.

Akin tetap bersikeras. Situs kampanye untuk meminta donasi pada Selasa menunjukkan gambar dirinya dengan tulisan “Saya Pro-Kehidupan dan Saya Mendukung Todd Akin.” Awalnya gambar itu disertai foto janin bayi serta foto McCaskill dan Presiden Barack Obama, namun gambar janin tersebut kemudian dihapus.

“Kita akan terus maju dalam pemilihan Senat,” ujar Akin dalam program radio “The Mike Huckabee Show," yang dibawakan oleh mantan gubernur Arkansas.

McCaskill menang 10 poin dalam survei kebijakan publik, namun pada Senin Akin unggul satu poin.

Sebelumnya, khawatir tidak bisa mendapat tambahan kursi di Senat akibat komentar tidak pantas Akin, partai itu menarik bantuan keuangan dan organisasi bagi Akin.

Pernyataan Akin, yang mengatakan bahwa tubuh perempuan yang diperkosa memiliki mekanisme supaya tidak hamil, memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk partainya sendiri. Pernyataan yang disampaikannya dalam wawancara dengan televisi lokal di Missouri Minggu (19/8) itu membuat beberapa pihak, termasuk kandidat presiden dari Partai Republik Mitt Romney, memintanya untuk mengundurkan diri dari pencalonannya untuk menjadi senator.

Senator John Cornyn dari negara bagian Texas yang juga merupakan ketua Komite Kampanye Partai Republik bagi Senat secara pribadi meminta Todd Akin untuk mundur.

“Dalam 24 jam ke depan, Todd Akin seharusnya mempertimbangkan dengan hati-hati apa yang terbaik baginya, bagi keluarganya, bagi Partai Republik dan nilai-nilai yang dianut dan diperjuangkannya selama karirnya dalam layanan publik,” ujar Cornyn.

“Crossroad GPS”, kelompok advokasi Partai Republik yang telah menghabiskan lebih dari US$5 juta bagi Akin untuk berbagai kegiatan dan iklan kampanye agar dapat mengalahkan Senator Claire McCaskill dari Partai Demokrat, pesaing utama Akin di Missouri, akhirnya mengumumkan penarikan dukungan dana dan organisasi.

Para pejabat kampanye Partai Republik mengatakan berbagai upaya terkoordinasi untuk membuat Akin mundur dari pencalonan merupakan bagian dari tenggat waktu yang dihadapi partai itu. Jika Akin mundur sebelum jam lima sore Selasa, maka Komite Pusat Partai Republik di Missouri masih bisa memilih penggantinya bagi pemilu bulan November nanti. Kesempatan mundur sebenarnya masih terbuka hingga 25 September mendatang, namun begitu surat-surat suara tingkat negara bagian dicetak awal bulan depan dan Todd Akin baru mundur setelah tenggat itu, maka ia harus membayar biaya pencetakan ulang.

Menjawab kritik tajam yang ditujukan kepadanya, Akin dalam program radio mohon maaf atas kata-kata yang digunakannya tetapi tetap berkeras bahwa aborsi dalam kondisi apapun juga, termasuk aborsi kehamilan akibat perkosaan tetap tidak dapat dibenarkan.

Presiden Barack Obama mengecam pandangan seperti itu. Dengan tegas ia mengatakan “perkosaan adalah perkosaan”, dan bahwa “itulah sebabnya bukan politisi – yang mayoritas kaum laki-laki – yang harus mengambil keputusan tentang layanan kesehatan bagi perempuan.”

Anggaran Pendidikan

Dalam perkembangan lainnya, Presiden Obama pada Selasa (21/8) mengecam usul Paul Ryan – calon wakil presiden dari Partai Republik – untuk memotong anggaran Departemen Pendidikan sebesar $115 miliar dan mengakhiri anggaran program Head Start bagi dua juta anak serta memotong anggaran $1 juta untuk mahasiswa dalam program beasiswa “Pell Grants” dalam 10 tahun ke depan.

Dalam iklan radio yang diputar di negara bagian New Hampshire, Presiden Obama mengklaim bahwa sekitar 21.000 mahasiswa di negara bagian itu akan kehilangan $800 dari dana beasiswa “Pell Grants” mereka. Ini belum termasuk 356.000 mahasiswa yang juga akan terkena pemotongan anggaran beasiswa.

Sementara itu Paul Ryan menurut rencana akan berkampanye di dua tempat di Pennsylvania, yaitu di perusahaan baja di Carnegie dan Museum Helikopter & Pusat Pendidikan Amerika di West Chester. Ryan akan memusatkan perhatian pada rencana Partai Republik untuk mendorong usaha kecil dan menengah serta pemotongan anggaran guna memperkecil kesenjangan defisit.

Terkait soal anggaran pendidikan dan beasiswa, Ryan ingin agar mahasiswa mendapat pinjaman berbunga rendah dibanding menerima beasiswa. Juru bicara Ryan mengatakan dalam masa pemerintahan Obama, biaya kuliah membubung tinggi, menyulitkan orang untuk kuliah dan sekaligus menyulitkan lulusan perguruan tinggi untuk mendapat pekerjaan. Brendan Buck, juru bicara Ryan, mengatakan pasangan Romney dan Ryan punya rencana bagi kelompok kelas menengah Amerika untuk memulihkan perekonomian dan memastikan agar anak-anak muda Amerika – dan seluruh warga Amerika – memiliki masa depan yang lebih cerah yang layak mereka dapatkan.

Konvensi Partai Republik dan Partai Demokrat hanya tinggal satu pekan lagi. Ini membuat kecaman antar kubu semakin sengit. (Dari berbagai sumber)
XS
SM
MD
LG