Tautan-tautan Akses

Kandidat Capres Partai Republik Kecam Lawatan Obama ke Kuba


Tiga kandidat capres Partai Republik, dari kiri: Donald Trump, Senator Ted Cruz, dan John Kasich mengritik lawatan Presiden Obama ke Kuba (foto: dok).

Tiga kandidat capres Partai Republik, dari kiri: Donald Trump, Senator Ted Cruz, dan John Kasich mengritik lawatan Presiden Obama ke Kuba (foto: dok).

Kandidat Capres AS keturunan Kuba, Ted Cruz mengatakan kebebasan tidak akan terjadi di Kuba dengan “memperkaya dan memberdayakan kediktatoran”.

Presiden AS Barack Obama hari Senin (21/3) menulis di Facebook-nya bahwa ia melawat ke Havana “untuk memperluas jalinan persahabatan dengan rakyat Kuba” dan “mengubur sisa-sisa Perang Dingin di Amerika”.

Pesan Obama yang disampaikan sehari setelah ia disambut kerumunan warga Kuba di kota tua Havana sambil meneriakkan kata “USA! USA!”, bertolakbelakang dengan kecaman dari para kandidat calon presiden Partai Republik melalui media sosial.

Kandidat calon presiden unggulan Partai Republik Donald Trump hari Minggu (20/3) mengirim pesan setelah pesawat kepresidenan Air Force One mendarat di Havana, dengan mengatakan, “Wow, Presiden Obama baru mendarat di Kuba, terobosan besar, dan Raul Castro tidak berada di sana untuk menyambutnya. Raul menyambut Sri Paus dan lain-lain. Tidak hormat”.

Trump sebelumnya mengatakan ia “baik-baik saja” dengan pendekatan baru yang dilakukan Amerika atas Kuba.

Kandidat calon presiden Partai Republik keturunan Kuba – Ted Cruz – dalam artikel opini di suratkabar Politico hari Senin (21/3) mengatakan kebebasan tidak akan terjadi di Kuba dengan “memperkaya dan memberdayakan kediktatoran, sementara mereka mengekspor ekstremisme ke Amerika-Latin”.

Senator Texas itu mengatakan ayahnya disiksa oleh rejim Batista, sementara tantenya “dianiaya secara brutal oleh preman-preman Castro” sebelum melarikan diri dan memperoleh “kebebasan di Amerika”.

Cruz masih menjadi kandidat calon presiden setelah Senator Florida Marco Rubio mengundurkan diri dari pertarungan itu pekan lalu. Meskipun sudah tidak lagi bertarung, Rubio tetap vokal menyampaikan pandangan-pandangannya terhadpa kebijakan pemerintah Obama. Hari Sabtu (19/3) lalu ia menulis di Facebook-nya bahwa lawatan Presiden Obama ke Kuba menandai dimulainya “salah satu lawatan paling memalukan yang pernah dilakukan seorang presiden Amerika ke negara apapun di dunia”.

Sikap Rubio itu dinilai biasa oleh sejumlah tokoh Partai Republik yang mengatakan isolasi adalah cara terbaik untuk menunjukkan keprihatinan mendalam atas kondisi HAM di Kuba.

Kandidat lainnya – Gubernur Ohio John Kasich – mengatakan kepada MSNBC, ia ingin melihat lebih banyak keseimbangan dalam hubungan Amerika-Kuba. “Saya kira, kita terlalu banyak memberi dan saya ingin melihat mereka (Kuba) yang memberikan sesuatu pada kita”, ujar Kasich. [em]

XS
SM
MD
LG