Tautan-tautan Akses

Kandidat Capres Partai Republik Dituntut Pertanggungjawabkan Kampanye Mereka


Kandidat calon presiden Partai Republik dalam debat kedua tahun ini di depan pesawat Air Force One, yang digunakan oleh Presiden Ronald Reagan ketika masih menjabat. (Foto: dok.)

Kandidat calon presiden Partai Republik dalam debat kedua tahun ini di depan pesawat Air Force One, yang digunakan oleh Presiden Ronald Reagan ketika masih menjabat. (Foto: dok.)

Para kandidat calon presiden dari Partai Republik dituntut untuk mempertanggungjawabkan apa yang mereka katakan atau tidak katakan dalam kampanye mereka pekan ini. Kandidat terdepan, Donald Trump, dikecam karena tidak menegur seorang pendukungnya yang ofensif dalam sebuah pertemuan dengan para pendukungnya. Dan mantan eksekutif bisnis Carly Fiorina tetap mempertahankan klaimnya bahwa sebuah kelompok yang didanai pemerintah bersalah melakukan praktik aborsi yang keji.

Taipan real estat Donald Trump biasanya dikecam karena pernyataan sembrono atau keliru yang disampaikannya. Tetapi setelah sebuah pertemuan dengan para pendukungnya di New Hampshire Kamis malam (17/9), Trump dikecam karena tidak mengoreksi salah seorang pendukungnya.

“Kita punya masalah di negara ini: yaitu orang-orang Muslim. Kita tahu Presiden kita adalah salah satunya. Dia bahkan bukan seorang warga negara Amerika,” kata salah seorang pendukungnya.

Trump meresponnya dengan mengatakan, ​“Kita perlu mengajukan pertanyaan ini.”

Barack Obama adalah seorang Kristen dan lahir di Hawaii dari seorang ibu warga AS dan ayahnya warga asal Kenya.”

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton langsung mengecam reaksi Trump itu.

“Saya menyerukan pada Trump dan semua kandidat untuk menghentikan retorika yang penuh kebencian, licik, dan memecah belah yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, dalam debat hari Rabu, kandidat Carly Fiorina mengatakan dia telah melihat sebuah video yang mendokumentasikan penyalahgunaan janin yang diduga dilakukan Planned Parenthood, badan keluarga berencana Amerika. Organisasi itu dan lainnya hari Jumat mengatakan tidak ada video semacam itu.

Fiorina tidak meminta maaf.

“Saya tidak salah ucap dan saya tidak tahu apa yang Anda maksud tentang rekaman video itu, tapi saya telah melihat gambar-gambar itu,” tambahnya.

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, hari Jumat memperingatkan para kandidat Partai Republik bahwa strategi ofensif mereka akan berdampak buruk pada waktu pemilu.

“Ini adalah strategi sinis yang telah digunakan banyak politisi Republik, karena bagi sebagian dari mereka, strategi itu terbukti berhasil, tetapi strategi ini akan ada konsekuensinya,” ujarnya.

Tetapi untuk sementara strategi itu berhasil. Setidaknya sebuah jajak pendapat baru menunjukkan bahwa dukungan terhadap Trump telah meningkat sejak debat hari Rabu, demikian pula dukungan bagi Fiorina, sedangkan para kandidat yang kurang vokal, telah kehilangan poin. [vm/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG