Tautan-tautan Akses

Kandidat Afghanistan Tuntut Hasil Pilpres Dikeluarkan Segera


Protes di Kabul, Afghanistan untuk mendukung kandidat presiden Abdullah Abdullah (27/6), berdasarkan adanya dugaan kecurangan massal dalam pemilihan presiden. (Reuters/Omar Sobhani)

Protes di Kabul, Afghanistan untuk mendukung kandidat presiden Abdullah Abdullah (27/6), berdasarkan adanya dugaan kecurangan massal dalam pemilihan presiden. (Reuters/Omar Sobhani)

Komisi Pemilu Independen Afghanistan gagal menyepakati untuk mengumumkan hasil pendahuluan yang sedianya sesuai jadwal dilakukan Rabu lalu.

Salah seorang dari dua kandidat pemilihan presiden Afghanistan menuntut segera dikeluarkannya hasil pendahuluan pemungutan suara.

Berbicara di Kabul, Ashraf Ghani mengatakan kubunya menghormati penundaan sementara hasil pemungutan suara hingga 7 Juli, tetapi para pejabat harus mematuhi tenggat waktu tersebut.

Komisi Pemilu Independen Afghanistan gagal menyepakati untuk mengumumkan hasil pendahuluan yang sedianya sesuai jadwal dilakukan Rabu lalu, dan masih memeriksa kembali hasil penghitungan suara dari ratusan tempat pemilihan suara (TPS).

Kandidat lain – Abdullah Abdullah – bertekad akan menolak hasil pemilu dengan mengatakan telah terjadi pengisian kotak suara secara besar-besaran ketika berlangsungnya pemungutan suara 14 Juni lalu.

Abdullah Abdullah, yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan berada pada posisi kedua dalam pemilu ini, dipandang sebagai unggulan untuk menggantikan Presiden Hamid Karzai.

Sementara Ashraf Ghani adalah mantan menteri keuangan dan pejabat Bank Dunia.

Hasil pemilu yang belum tuntas ini telah membuat nasib Afghanistan dalam tanda tanya, khususnya di saat pemberontakan Taliban semakin meluas dan sebagian besar pasukan asing pimpinan NATO bersiap meninggalkan negara itu pada akhir tahun ini.

XS
SM
MD
LG