Tautan-tautan Akses

Kanada Siaga Tinggi pasca Insiden Penembakan


Seorang petugas keamanan berjaga di dekat pintu masuk gedung perpustakan parlemen Kanada di Ottawa, Kamis (23/10).

Seorang petugas keamanan berjaga di dekat pintu masuk gedung perpustakan parlemen Kanada di Ottawa, Kamis (23/10).

Polisi di Kanada menyelidiki beberapa insiden penembakan baru-baru ini di Ottawa dan di dekat Montreal yang menewaskan dua tentara dan membuat ketakutan rakyat di sana.

Angkatan udara Amerika dan Kanada kini berada dalam siaga tinggi setelah penembakan hari Rabu (22/10) di Ottawa, ibukota Kanada.

Suara tembakan menggema di lorong-lorong gedung parlemen Kanada yang bergaya neo-Gotik hari Rabu ketika polisi mengejar seorang bersenjata yang menyerbu gedung itu setelah menembak mati seorang tentara. Penyerang itu ditembak mati. Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dengan segera dilarikan ke tempat yang aman.

Pria bersenjata itu berlari ke gedung parlemen setelah menembak mati seorang tentara di Tugu Perang Nasional di Ottawa. Polisi dan para saksi mata, termasuk beberapa anggota parlemen, mengatakan mereka mendengar sekitar 10 tembakan sebelum polisi bertindak.

John McKay, seorang anggota parlemen Kanada dari fraksi liberal mengatakan, “Saya baru saja melepas jas untuk mengikuti kaukus. Saya dengar suara dor, dor, dor. Mungkin 10 tembakan, tidak tahu persisnya. Saya kira itu suara dinamit atau konstruksi, bukan yang lain.”

Tembakan juga dilepaskan di sebuah pusat perbelanjaan di dekat gedung parlemen itu. Ketiga lokasi penembakan itu – yakni tugu peringatan perang, gedung parlemen, dan mal – satu sama lain berjarak kurang dari satu kilometer.

Penembakan hari Rabu itu terjadi dua hari setelah seseorang yang baru berpindah memeluk Islam menyerang dua tentara Kanada di provinsi Quebec. Salah seorang tentara tersebut tewas dan polisi menewaskan pria bersenjata itu.

Para saksi mata dalam penembakan hari Rabu di ibukota Kanada yang biasanya aman tenteram itu menyatakan rasa tidak percaya mereka.

Seorang saksi mata mengatakan, “Setiap orang kaget sekali, tidak percaya bahwa sesuatu seperti ini bisa terjadi atau nyata. Ini benar-benar di luar realisme.”

Polisi Ottawa mengatakan telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menjamin keamanan warga.

Charles Bordeleau, kepala polisi Ottawa menjelaskan, “Semua langkah telah diambil untuk menjamin keselamatan dan keamanan warga kami. Kami sangat menyadari kehadiran personil militer dalam jumlah besar di masyarakat kita, dan saya ingin mereka tahu bahwa kami berkomitmen untuk keselamatan mereka.”

Presiden Amerika Barack Obama menelpon Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dan kemudian mengatakan kepada para wartawan bahwa Amerika siap membantu negara tetangga dan sekutunya itu.

Amerika juga telah meningkatkan keamanan di kedutaan besarnya di Kanada. Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan telah mengetahui keberadaan semua karyawan kedutaannya di Ottawa.

Marie Harf, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan, “Saat ini kami membatasi gerak personel kedutaan sebagai langkah berjaga-jaga.”

Pihak berwenang Kanada belum memastikan motif penembakan hari Rabu itu, yang terjadi selagi pesawat-pesawat tempur Kanada siap bergabung dalam operasi pimpinan Amerika untuk menyerang militan Islamis di Irak.

XS
SM
MD
LG