Tautan-tautan Akses

Kampanye Trump Dilaporkan Alami Kekacauan Menyusul Berbagai Kontroversi


Capres Partai Republik AS Donald Trump memegang medali Purple Heart yang diberikan oleh seorang pendukung saat berkampanye di Virginia Selasa (2/8).

Capres Partai Republik AS Donald Trump memegang medali Purple Heart yang diberikan oleh seorang pendukung saat berkampanye di Virginia Selasa (2/8).

Para pembantu dan staf kampanye calon presiden dari Partai Republik Donald Trump semakin frustrasi karena ketidakmampuan Trump untuk bertahan pada pesan dan strategi yang konsisten. Demikian diungkapkan berbagai laporan yang mengutip pernyataan sumber-sumber yang dekat dengan kubu kampanye Trump, Selasa (2/8) malam.

Laporan-laporan itu mengatakan, para staf kampanye marah atas serangkaian kekeliruan dan kontroversi yang dibuat Trump, termasuk pertikaian sengitnya yang berlanjut dengan Khizr Khan, seorang Muslim yang putranya tewas di Irak pada 2004 dan komentar yang dikeluarkannya dalam wawancara Selasa dengan surat kabar The Washington Post bahwa ia tidak akan mendukung dua legislator terkemuka Partai Republik – ketua DPR Paul Ryan dari Wisconsin dan Senator Arizona John McCain – dalam pencalonan ulang diri mereka dalam pemilu mendatang.

Ryan dan McCain telah menyatakan dukungan mereka bagi Trump, namun secara terang-terangan menyatakan ketidaksetujuan mereka atas kritikan Trump terhadap keluarga Khan.

Reporter New York Times John Harwood mengatakan melalui Twitter, ia mengetahui dari orang kepercayaan manajer kampanye Trump, Paul Manafort, bahwa Manafort tidak lagi mempersoalkan sepak terjang kandidat tersebut dan moral para stafnya telah jatuh. CNN melaporkan, para staf kampanye Trump merasa mereka telah membuang-buang waktu mereka.

Perilaku Trump telah mulai membuat sejumlah tokoh Partai Republik resah. Meg Whitman, eksekutif teknologi terkemuka yang gagal mencalonkan diri sebagai gubernur California dari Partai Republik pada 2010, mengatakan, kepada The New York Times, Selasa malam, ia akan mendukung dan menggalang dana bagi kandidat presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton, dan menyebut Trump agitator politik yang tidak jujur. Anggota DPR Richard Hanna dari New York menjadi anggota Kongres dari Partai Republik yang pertama kali menyatakan dukungannya bagi Clinton.

Dukungan-dukungan terhadap Clinton ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Barack Obama mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengecam Trump dan menyebutnya tidak layak sebagai presiden AS. [ab/as]

XS
SM
MD
LG