Tautan-tautan Akses

Kampanye Trump Buat Frustrasi Partai Republik

  • Cindy Saine

Semakin banyak anggota Partai Republik yang secara terbuka justru mengecam Donald Trump (foto: dok).

Semakin banyak anggota Partai Republik yang secara terbuka justru mengecam Donald Trump (foto: dok).

Perseteruan antara Donald Trump dengan Khizr dan Ghazala Khan, orangtua tentara Muslim AS yang gugur di Irak, menyebabkan semakin banyak anggota Partai Republik secara terbuka mengecam calon presiden itu.

Kepada harian New York Times hari Selasa (2/8), Meg Whitman, eksekutif teknologi terkemuka yang mencalonkan diri tapi gagal menjadi gubernur California tahun 2010, mengatakan akan mendukung dan menggalang dana bagi calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton. Ia menyebut Trump "pencari sensasi yang tidak jujur."

Sedangkan Richard Hanna, anggota DPR Amerika dari New York, adalah orang pertama dalam fraksi Republik di Kongres yang akan mendukung Clinton. Ia mengaku "marah" atas komentar calon presiden Partai Republik itu tentang Khan.

Kedua dukungan itu disampaikan beberapa jam setelah Presiden Barack Obama mengambil langkah, yang belum pernah dilakukan presiden Amerika yang menjabat, mencela calon presiden, ketika menyebut Trump "tak layak menjadi presiden" Amerika.

Menanggapi komentar Obama, dengan cepat Trump mengatakan adalah "kehormatan" dikritik Obama. Ia menambahkan, Obama tidak tahu apa yang dilakukannya dan menyebutnya "presiden yang lemah."

Kontroversi dimulai setelah Khizr Khan, ayah tentara yang tewas, mengecam usul Trump melarang Muslim datang ke Amerika. Khan mengatakan, larangan seperti itu tidak akan memungkinkan anaknya masuk militer Amerika. Trump menanggapi dengan meremehkan keluarga itu. Menurutnya, alasan Ghazala Khan tidak berbicara pada konvensi Partai Demokrat adalah karena ia tidak "diperbolehkan." Trump tetap bersikeras kritiknya benar dan bahwa media berita telah melaporkannya secara tidak adil.

Anggota terkemuka Partai Republik mengatakan, terlepas dari pandangan politik, orangtua tentara Amerika yang tewas harus diperlakukan dengan hormat oleh para pemimpin politik.

Obama, yang telah menyatakan dukungan atas calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton sebagai penggantinya setelah masa jabatannya berakhir Januari nanti, mengajak orang-orang Partai Republik menolak Trump. Alasannya, komentar Trump tentang Khizr Khan dan istrinya Ghazala yang mendukung Clinton dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat pekan lalu, sangat menyinggung.

Obama mengatakan beberapa anggota terkemuka Partai Republik sudah mengecam penghinaan terhadap keluarga Khan, tetapi menurutnya, itu tidak cukup. "Seharusnya, tiba saatnya di mana kalian menyatakan, dia bukanlah orang yang bisa saya

dukung menjadi presiden Amerika, meskipun orang itu kebetulan adalah anggota partai saya. Dan fakta bahwa hal itu belum dilakukan menyebabkan kecaman-kecaman itu kedengarannya tidak berarti.

Dalam wawancara dengan VOA hari Senin, Khizr Khan mengatakan, badai politik dengan Trump ada manfaatnya. "Sejumlah besar anggota Partai Republik memintanya mengurangi kecaman, mengubah pernyataan yang menghina kelompok minoritas, bukan hanya umat Islam, tetapi minoritas lain," ujar Khan.

Kepada koran Washington Post dalam wawancara hari Selasa, Trump menyatakan tidak akan mendukung Ketua DPR Paul Ryan atau Senator Arizona John McCain kalau mereka kembali mencalonkan diri menjadi presiden. Baik Ryan maupun McCain mendukung Trump tetapi juga menegurnya secara terbuka karena mengritik keluarga Khan. [ka/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG