Tautan-tautan Akses

Kampanye Sengit Jelang Pemilihan Pendahuluan di New York 

  • Michael Bowman

Kandidat Capres AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton, seusai memberikan sambutan dalam kampanye di New Greater Bethel, New York (10/4).

Kandidat Capres AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton, seusai memberikan sambutan dalam kampanye di New Greater Bethel, New York (10/4).

Kontes pemilihan calon presiden Amerika akan berlangsung Selasa pekan depan. Para kandidat terdepan dari kedua partai berupaya menambah delegasi dan para penantang berpendapat mereka masih mampu meraih nominasi.

Ted Cruz dari partai Republik dan Bernie Sanders dari partai Demokrat meraih kemenangan besar pekan lalu di Wisconsin, tetapi mereka menghadapi tantangan berat pekan depan di New York, negara bagian asal Donald Trump.

“Senang sekali berada di kampung halaman sendiri,” kata Ted Cruz.

New York juga merupakan negara bagian di mana Hillary Clinton pernah mewakilinya sebagai senator. "Wah, halo Sunset Park! Halo Brooklyn!," sapanya.

Dengan waktu yang kian sedikit untuk menyusul para kandidat terdepan dalam perolehan delegasi, para penantang kini melancarkan perang persepsi. Sanders menegaskan ia masih mungkin meraih nominasi. “Jika kita menang di sini, ini jelas membuka pintu ke jalan kemenangan menuju Gedung Putih. Jika partisipasi pemilih tinggi, kita menang,” kata Sanders.

Sementara itu Cruz mengemukakan argumen yang lebih rumit: ia mungkin meraih nominasi meskipun ketinggalan dari Trumps dalam perolehan delegasi yang diperlukan sebelum Konvensi Nasional Partai Republik bulan Juli mendatang.

“Jika kita mengadakan konvensi untuk memperebutkan nominasi calon presiden, kita akan meraih banyak delegasi. Donald Trump akan meraih banyak delegasi. Kita akan melaju dengan keunggulan yang sangat banyak. Saya percaya pada pemungutan suara pertama konvensi Donald Trump akan meraih suara terbanyak. Dan pada pemungutan suara berikutnya, kita akan meraih nominasi,” lanjut Cruz.

Kandidat Capres AS Donald Trump dalam kampanye di Layanan Aviasi JetSmart di Rochester, New York (10/4)

Kandidat Capres AS Donald Trump dalam kampanye di Layanan Aviasi JetSmart di Rochester, New York (10/4)

Setelah kalah di Wisconsin, Trump merombak staf kampanyenya. Tetapi retorikanya tidak berubah. “Pembohong Ted Cruz muncul hari ini. Ia tidak dapat menarik perhatian 100 orang. Seratus orang,” kata Trump.

Sementara itu, Clinton mengatakan ingin segera mengakhiri kontes calon presiden partai Demokrat agar ia dapat berfokus pada pemilihan umum. “Kita berada di jalur menuju nominasi, tetapi saya perlu menang besar di New York, karena semakin cepat saya dapat menjadi kandidat, semakin cepat saya dapat beralih perhatian serta mempersatukan partai, dan semakin cepat pula kita dapat menghadapi partai Republik sepenuhnya,” serunya.

Berbagai jajak pendapat menunjukkan Clinton dan Trump akan unggul besar di New York.

Sementara itu, Presiden Barack Obama memastikan ia tidak akan campur tangan dalam investigasi pemerintah mengenai penggunaan akun email dengan server pribadi oleh Hillary Clinton sewaktu menjabat Menteri Luar Negeri dari tahun 2009 hingga 2013.

Obama mengatakan kepada Fox News Sunday dalam wawancara yang direkam pekan lalu bahwa Clinton tidak membahayakan keamanan nasional dengan menggunakan server email pribadi yang berasal dari rumahnya di New York, bukannya sistem email pemerintah di Washington.

Tetapi ia menambahkan bahwa “ada kecerobohan dalam hal pengelolaan email” yang telah diakui Clinton. Clinton menyebut penggunaan sistem email pribadi sewaktu menjabat menteri luar negeri itu sebagai suatu kekeliruan, tetapi ia mengatakan tidak mengirim atau menerima dokumen yang dinyatakan rahasia ketika itu, meskipun puluhan email belakangan dinyatakan demikian.

Badan penegak hukum tertinggi Amerika, Biro Investigasi Federal, telah berbulan-bulan menyelidiki apakah penggunaan server pribadi itu berisiko mengancam dokumen-dokumen rahasia negara, sehingga membayangi kampanyenya untuk menjadi perempuan pertama yang menjabat presiden Amerika.

Para kandidat calon presiden Partai Republik kerap mengecam Clinton dengan mengatakan ia membahayakan keamanan nasional karena sistem email yang digunakannya. Sebagian pengecam menyatakan Obama, yang berasal dari partai Demokrat, akan campur tangan untuk mempertahankan peluang rekannya di partai tersebut dalam memenangi pemilu bulan November dan menjadi penggantinya setelah ia mengakhiri masa jabatannya pada bulan Januari. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG