Tautan-tautan Akses

Kampanye Pemilu AS yang Sengit Tarik Perhatian di Dalam dan Luar Negeri


Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Partai Republik, kiri) dan Hillary Clinton (Partai Republik, kanan).

Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Partai Republik, kiri) dan Hillary Clinton (Partai Republik, kanan).

Menjelang debat presiden pertama, Senin (26/9), kandidat Partai Republik dan Partai Demokrat tetap berfokus pada sejumlah negara bagian yang menjadi rebutan kedua kandidat di mana dukungan pemilih hampir sama untuk keduanya.

Kandidat Partai Republik Donald Trump berkampanye di Pennsylvania, Kamis (22/9) sementara putri Hillary Clinton, Chelsea, dan calon wakil presidennya, Tim Kaine, berkampanye untuk kandidat Partai Demokrat itu di Ohio, Michigan dan Nevada. Wartawan VOA Zlatica Hoke melaporkan persaingan ketat ini dipantau dengan cermat di dalam dan di luar negeri.

Donald Trump mencari dukungan lebih luas dari kaum minoritas dan kelas pekerja Amerika. Pada sebuah kampanye di Toledo, Ohio, Rabu (21/9), dia mengatakan Clinton adalah bagian dari apa yang disebutnya "monopoli kepentingan khusus" di ibukota negara.

"Mereka semua mendukung ideologi globalisme yang sama yang membuat mereka kaya sementara mengirim pekerjaan Anda, pabrik Anda dan kekayaan Anda ke negara-negara lain. Saya tidak mencalonkan diri untuk menjadi presiden dunia, saya mencalonkan diri untuk menjadi presiden Amerika Serikat, dan itulah yang akan kita urus," kata Donald Trump.

Politisi konservatif Inggris Nigel Farage mengatakan pesan ini telah membantu Trump meningkatkan dukungan.

"Ada orang di Amerika yang melihat Washington, yang melihat lobi dan kekuatan bisnis besar, yang melihat kelas politik yang terpisah dari mereka dan kehidupan mereka, sangat mirip dengan bagaimana banyak orang di antara kami melihat Brussels dalam referendum lalu," kata Nigel Farage, mantan pemimpin partai independen.

Trump telah berjanji untuk membatalkan beberapa kebijakan pemerintahan Obama, termasuk hubungan baru dengan Kuba, negara komunis bekas musuh AS. Walaupun mungkin mendapatkan dukungan dari sebagian orang Kuba Amerika, rencana itu tidak populer.

"Itu akan buruk bagi Amerika Serikat dan Kuba. Kita telah membuat begitu banyak kemajuan. Dua juta orang Amerika telah mengunjungi Kuba tahun lalu dan menyadari bahwa mereka adalah orang-orang baik. Ini negara yang indah dan memiliki potensi ekonomi yang besar untuk Amerika Serikat," kata Daniel Fernandez, turis Amerika di Kuba.

Sekelompok purnawirawan berpangkat tinggi menyuarakan tentangan terhadap Trump, Rabu.

"Donald Trump tidak dapat dipercaya. Nomor dua, karena dia tidak dapat dipercaya, dia berbahaya. Dan nomor tiga, kami mempercayai Hillary Clinton untuk menjadi panglima tertinggi kami," jelas Laksamana Muda (Purnawirawan) Jamie Barnett.

Hillary Clinton berupaya menarik pemilih minoritas di Orlando, Florida, Rabu (21/9).

"Saya akan berjuang untuk memberikan peluang kerja lebih banyak bagi warga Amerika yang cacat untuk bekerja bersama orang-orang yang tidak cacat," seru Clinton.

Para pengamat mengatakan debat presiden mendatang sangat penting untuk menyakinkan para pemilih yang masih ragu-ragu dalam menentukan pilihan.

Sementara itu, selama musim kampanye, semua kandidat berusaha menggalang dana untuk membiayai kampanye pemilihan masing-masing.

Baik Donald Trump maupun Hillary Clinton mendapat sumbangan lebih sedikit dari sektor teknologi secara nasional dibandingkan dengan Presiden Barack Obama empat tahun lalu.

Dalam hal politik, banyak orang di Silicon Valley memiliki pandangan yang sama. Mereka mengatakan "Silicon Valley mengamati kedua kandidat itu, dan mereka merasa ragu tentang keduanya." Perasaan ini mungkin menjadi penyebab Trump dan Clinton belum berhasil mengumpulkan uang dari sektor teknologi nasional sebanyak yang berhasil digalang oleh Barack Obama dan Mitt Romney dalam pemilihan presiden empat tahun lalu. [lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG