Tautan-tautan Akses

Kampanye “Green Mosque, Green Globe” di Bulan Ramadan


Aktivis lingkungan hidup Nana Firman Berbicara di acara TEDx di Nantes, Perancis (Januari 2013).
Aktivis lingkungan hidup Nana Firman Berbicara di acara TEDx di Nantes, Perancis (Januari 2013).

Aktivis lingkungan, Nana Firman di San Diego, California, giat mengkampanyekan prinsip “Green Mosque, Green Globe" pada bulan Ramadan.

Waktu berpuasa yang panjang di musim panas tahun ini di Amerika tidak menjadi penghalang bagi warga muslim Indonesia untuk tetap melakukan berbagai kegiatan, terutama yang berhubungan dengan bulan suci Ramadan.

Tidak terkecuali Nana Firman, seorang aktivis lingkungan asal Indonesia di kota San Diego, California, yang pada bulan Ramadan kali ini kerap kali berkeliling untuk mempromosikan kampanye “Green Mosque, Green Globe (Masjid Hijau, Planet Hijau)."

“Saya banyak bergerak dengan komunitas muslim di San Diego, memperkenalkan tentang perspektif islam dalam menjaga planet ini," ujarnya.

"Mengikuti hadits nabi bahwa seluruh bumi ini adalah masjid. Kalau masjid kita jaga selalu bersih (dan) suci, kenapa buminya tidak kita jaga bersih (dan) suci juga seperti masjid? Nah, saya ingin mempopulerkan hadits itu melalui kampanye “Green Mosque, Green Globe,” ujar Nana kepada VOA baru-baru ini.

Di San Diego, Nana aktif terlibat di berbagai organisasi yang berhubungan dengan lingkungan, selain juga aktif di berbagai komunitas muslim setempat.

“Di sini lumayan banyak komunitas muslimnya. Mereka masih banyak yang tidak sadar tetang hubungan Islam dan lingkungan. Padahal di dalam Quran ada 260 ayat yang menyampaikan tentang pesan-pesan lingkungan dan juga tentang sumber daya alam. Nah, itu yang kadang-kadang orang lupa," ujar Nana.

"Jadi saya mulai memperkenalkan di beberapa komunitas muslim, tentang pesan-pesan islam untuk menjaga lingkungan” jelas perempuan yang pernah beberapa kali mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan perubahan iklim dengan Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat, yang juga adalah ketua Aliansi Perlindungan Iklim di Amerika.

Kampanye “Green Mosque, Green Glob” ini disambut baik oleh komunitas setempat. Nana kerap diundang untuk melakukan presentasi dan penyuluhan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan lingkungan.

“Kebetulan saya selalu diminta untuk presentasi tentang “Green Ramadan.” Karena banyak pengurus-pengurus masjid yang mengeluh, katanya setiap bulan Ramadan sampahnya jadi banyak. Karena pakai piring kertas, gelas kertas, sendok, garpu plastik, semuanya dibuang. Nah, jadi saya kasih (presentasi) “Green Ramadan” semacam komitmen kita bahwa Ramadan ini kita mau berbeda," ujarnya.

"Dalam islam kan tidak boleh mubazir. Di Quran saya kasih ayatnya. Lalu saya memperkenalkan kembali bagaimana Rasulullah melaksanakan puasanya. Beliau itu sangat ramah lingkungan, tidak membuang-buang segala macam (dan) tidak menyampah,” papar lulusan program S2 jurusan Urban Design dari Pratt Institute di New York ini.

Ketertarikan Nana di bidang lingkungan memang sudah dimulai sejak lama.

“Waktu tsunami di Aceh, saya ditantang WWF untuk membuat 'Green Reconstruction.' Nah, dari situ mulai bergerak banyak untuk lingkungan, perubahan iklim, keberlangsungan," ujarnya.

Selain sibuk mengkampanyekan “Green Mosque, Green Globe,” rencananya Nana akan mengikuti kembali pelatihannya yang ke-tiga bersama Al Gore pada akhir Juli 2013.
XS
SM
MD
LG